Ramai dikritik, Pemprov DKI cabut pohon palsu di MH Thamrin
Menurut Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat, Iswandi. pohon-pohon palsu itu sisa stok kegiatan tahun lalu kemudian dipakai lagi. Sehingga anggaran pengadaannya juga tahun lalu. Pohon itu dulu digunakan untuk dekorasi HUT DKI maupun HUT RI.
Upaya Pemprov DKI Jakarta merevitalisasi trotoar di ruas jalan protokol menuai kritik. Bukan karena pengerjaannya yang tak maksimal, melainkan keberadaan pohon palsu yang tiba-tiba saja dipasang.
Di beberapa titik trotoar, keberadaan pohon palsu itu mengganggu pejalan kaki. Sebabnya, dipasang di trotoar yang luasnya tidak terlalu luas. Di tambah lagi, letaknya berada di tengah-tengah.
Sadar keberadaan pohon palsu itu ramai diperbincangkan hingga dikritik, Pemprov DKI melalui dinas terkait buru-buru mencabut. Hal itu diakui Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat, Iswandi.
"Iya ada komentar dari warga Jakarta. Dan kami copot setelah ada komentar masyarakat di medsos, ada informasi dari tim wagub untuk dibongkar," jelas Iswandi saat dihubungi wartawan, Kamis (31/5).
Dia menjelaskan, pohon palsu berlampu dipasang pada 28 hingga 29 Mei. Setelah ramai, kemudian dicopot sejak kemarin sampai hari ini.
"Sekarang sudah tidak ada di lokasi," jelasnya.
Menurutnya, pohon-pohon palsu itu sisa stok kegiatan tahun lalu kemudian dipakai lagi. Sehingga anggaran pengadaannya juga tahun lalu. Pohon itu dulu digunakan untuk dekorasi HUT DKI maupun HUT RI.
"Setelah event, kami copot. HUT DKI, HUT RI, tahun baru. Lokasi sama dengan yang sekarang kami bongkar," kata dia.
Iswandi mengaku belum bisa bicara lebih banyak karena sedang memenuhi panggilan atasannya.
Baca juga:
Polemik pohon palsu di trotoar MH Thamrin yang mengganggu
Potret kumuh pedagang pakaian bekas yang kuasai trotoar Senen
Pedestrian di sekitar GBK terus ditata jelang Asian Games 2018
Memantau pelebaran trotoar hingga 12 meter di Jalan Sudirman
Menanti penataan Segitiga Jatinegara sebagai ikon wisata Jakarta Timur
Ini perbandingan trotoar era Ahok vs Anies
Anies berjanji penataan Sudirman-Thamrin ramah bagi penyandang disabilitas