Politisi PDIP sebut Ahok lebih bela kapitalis daripada wong cilik
Harus fair terhadap orang miskin. Jangan hanya memenangkan kepentingan pemilik modal.
Politisi PDIP Eva Sundari menilai terobosan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak menunjukkan keberpihakan pada wong cilik. Bahkan, Ahok dinilai cenderung membela pemilik modal. Menurutnya, itu terlihat dari proyek mercusuar dan megaproyek lainnya.
"Bacaannya seperti itu. Harus fair terhadap orang miskin. Jangan hanya memenangkan kepentingan pemilik modal. Seperti proyek mercusuar dan lain-lain," ujar Eva di sela-sela diskusi dan peluncuran hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting bertajuk 'Ahok dan Para Penantangnya untuk DKI I di Hotel Sari San Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (14/10).
Dia mengakui, tidak heran warga kelas menengah mengapresiasi kebijakan Ahok. Termasuk soal kebersihan dan kerapian. "Tapi ingat juga ada wong cilik yang perlu diperhatikan," imbuh dia.
Eva melanjutkan, meski mantan Bupati Belitung Timur itu lebih memihak pada pemilik modal, Eva yakin jauh dari dugaan korupsi. Namun dia hanya mengingatkan Ahok harus tetap mengedepankan empati kepada masyarakat miskin yang terdampak kebijakan Pemprov DKI Jakarta. Meski kebijakannya positif, Ahok diminta memikirkan dampak turunan yang dirasakan masyarakat kecil.
Dalam hal bekerja dan terobosan, dia melihat kemiripan Ahok dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. "Saya kira Ahok belajar dari Ignasius Jonan (Menteri Perhubungan). Ketegasan dalam membereskan sesuatu tanpa ada dialog-dialog persuasif yang intensif," ujar dia.
Ahok dan Jonan diakui cukup sukses membereskan persoalan yang jadi tanggung jawab masing-masing. Misal Ahok dengan Kampung Pulo dan Jonan dengan pelayanan kereta api dan di sekitar stasiun.
"Ada kerapian dan penataan yang baik. Tapi jangan-jangan itu sinyal yang buruk juga bagi masyarakat miskin," tukas dia.
Terkait Pilgub DKI Jakarta, Eva melihat keinginan Ahok maju melalui jalur independen, harus menjadi pelajaran bagi partai politik. Karena, hakikatnya partai politik adalah wadah melahirkan calon pemimpin.
Eva melihat partai politik perlu berbenah diri. "Partai tidak punya gagasan baik, orang baik tidak akan kesetrum masuk ke partai. Tapi, saya tidak yakin, dia berani lewat jalur independen," ujar dia.
(mdk/noe)