Polisi bantah tahan Ratna Sarumpaet saat penggusuran di Penjaringan
Saat ditemui, Ratna sedang makan siang bersam sopir dan asistennya di depan Museum Bahari.
Kabag Ops Polres Jakarta Utara AKBP Liliek Tribhawono Iryanto menegaskan bahwa pihaknya tidak menahan aktivis perempuan Ratna Sarumpaet pagi tadi.
"Kalau nahan ngapain nanggung banget di mobil? Itu kan kata dia (Ratna) kalau kita nahan," ucap Liliek di sela-sela pembongkaran kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (11/4).
Sementara itu, saat merdeka.com menghampiri mobil Ratna Sarumpaet yang tertahan di Galangan VOC depan Museum Bahari, Jakarta Utara, Ratna tampak sedang menyantap makan siangnya bersama sopir dan asistennya.
"Tadi saya SMS kapolri mengenai masalah ini (mobil dihalang-halangi provost), kapolri bilang suruh saya sabar. Ada lawyer saya yang akan ngurus masalah ini," ucap Ratna kepada merdeka.com.
Pagi tadi, Ratna Sarumpaet beserta ratusan warga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara menolak pembongkaran yang terjadi di kawasan tersebut. Namun usaha yang dilakukannya sia-sia, ratusan rumah warga di kawasan tersebut tetap dibongkar oleh pemprov DKI Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta menyatakan telah menyiapkan sejumlah hunian di Rusun Marunda, Rusun Rawa Bebek, dan Rusun Kapuk Muara untuk warga Pasar Ikan yang terkena dampak revitalisasi. Terdapat 4.929 jiwa atau 1.728 kepala keluarga (KK) yang mendiami kawasan RW 04 Pasar Ikan. Dan terdapat 893 bangunan yang bakal digusur, yakni 347 unit berupa kios, 225 hunian di RT 01, 58 hunian di RT 02, 168 hunian di RT 11, dan 95 hunian di RT 12.
Baca juga:
Datangi Pasar Ikan, 'Wanita Emas' sebut penggusuran tak manusiawi
Korban penggusuran Pasar Ikan bertahan di atas perahu
Ricuh, warga Pasar Ikan dan polisi saling dorong
Dianggap sebagai provokator, Ratna Sarumpaet diciduk polisi
Tangisan histeris ibu-ibu warnai penggusuran Pasar Ikan