Polisi akui sulit tangkap maling penutup gorong-gorong Mampang
Padahal, polisi sudah menelusuri ruas jalan yang mengarah ke lokasi, namun tak satu pun CCTV terpasang.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengakui kesulitan mengungkap kasus pencurian penutup gorong-gorong di underpass Mampang. Ia beralasan, tidak adanya CCTV di lokasi yang menjadi kendala penyelidikan.
"Kita kesulitannya nggak punya CCTV. Kita sambil jalan kembangkan dan kita cari. Kalau itu maling. Kalau vandalisme iseng itu termasuk banner Asian Games," kata Indra kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/6).
Padahal, polisi sudah menelusuri ruas jalan yang mengarah ke lokasi, namun tak satu pun CCTV terpasang.
"Kita cari CCTV-nya yang tepat mengarah ke sana belum ada. Kita tidak tahu hari dan jam nya. CCTV panjang susah," ujarnya.
Untuk itu, Indra meminta Pemprov DKI segera memasang CCTV di lokasi tersebut serta tempat-tempat yang dikategorikan rawan kejahatan.
"(Minta Pemprov DKI Jakarta) Harus. Paling tidak bisa mengawasi, karena nhgak mungkin jaga underpass terus. CCTV penting mengawasi dan mengungkap kalau ada kejadian."
Baca juga:
Penutup gorong-gorong hilang, Sandiaga minta masyarakat bantu awasi
Sandiaga pastikan penutup gorong-gorong di Mampang segera dipasang
Sandiaga sebut maling penutup saluran di Undepass Mampang tak Pancasilais
Underpass Mampang berlubang, penutup gorong-gorong diduga dicuri
Sandiaga minta warga laporkan pelaku vandalisme di Underpass Matraman
Sandiaga sebut pelaku vandalisme di Underpass Makassar sangat tak bisa ditolerir