LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Polda Metro Pantau Napi Bebas Karena Asimilasi Agar Tak Kambuh

Menurut dia, pihaknya juga terus memantau pergerakan para napi yang mendapat asimilasi dikeluarkan dari penjara. Sehingga, jika para napi tersebut kembali melakukan kejahatan dapat segera ditangkap dalam waktu yang singkat.

2020-04-15 10:49:49
polda metro jaya
Advertisement

Sebanyak 33.078 narapidana di sejumlah lembaga pemasyarakat (Lapas) mendapatkan asimilasi guna mencegah penyebaran Covid-19. Sayangnya, beberapa eks napi yang bebas berkat asimilasi malah kabuh saat kembali ke tengah masyarakat.

Dirsamapta PMJ Kombes Mohamad Ngajib mengatakan pihaknya membentuk tim khusus untuk memburu pelaku kejahatan saat PSBB diberlakukan di Jakarta.

"Kami membentuk Tim Khusus untuk menguatkan pelaksanaan patroli guna mengantisipasi gangguan Kamtibmas selama penerapan PSBB," kata Ngajib saat dikonfirmasi, Rabu (15/4).

Advertisement

"Nah, ini kan baru saat ini terungkap. Dan, ada beberapa kejahatan yang dilakukan para napi yang mendapat dispensasi dikeluarkan, kemudian melakukan kejahatan lagi. Ini yang menjadi perhatian dari aparat. Ini sudah dilakukan penangkapan dan pengungkapan," ungkapnya.

Menurut dia, pihaknya juga terus memantau pergerakan para napi yang mendapat asimilasi dikeluarkan dari penjara. Sehingga, jika para napi tersebut kembali melakukan kejahatan dapat segera ditangkap dalam waktu yang singkat.

"Inilah langkah-langkah yang dilakukan Polda Metro Jaya, melakukan pemantauan dan pengawsasan terhadap Napi yang keluar, sehingga jika melakukan kejahatan lagi langsung dilakukan penangkapan," tegasnya.

Advertisement

Selain itu, kata Ngajib, pihaknya juga fokus terhadap potensi penolakan jenazah korban Covid-19 di tengah masyarakat. "Kami mengedukasi masyarakat, sehingga tidak ada penolakan lagi (jenazah pasien Covid-19) di tengah masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Ngajib mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tetap menjaga diri. "Jangan sampai dalam situasi seperti sekarang ini menunjukkan kemewahan saat keluar rumah. Tetap berhati-hati jika mengendarai sepeda motor. Rumah jangan sampai tidak terkunci saat ditinggal," tuturnya.

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.