Polda Metro desak Pemprov DKI buat program pengganti 3 in 1
Polda Metro Jaya bakal menambah personel yang ditempatkan di beberapa ruas jalan protokol.
Polda Metro Jaya bakal menambah personel yang ditempatkan di beberapa ruas jalan protokol. Hal itu untuk menyusul akan dihapuskannya sistem 3 in 1 oleh Pemprov DKI.
"Ya pada prinsipnya kemarin sudah diputuskan, ya berarti mendukung. Kami akan lakukan pemantauan-pemantauan kemacetan, kalau nanti memang ada kemacetan yang signifikan akan penghapusan, maka akan ada penambahan personel pada jalan-jalan yang selama ini diberlakukan 3 in 1," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto saat dihubungi, Kamis (12/5).
Meski demikian, lanjut Budiyanto, hingga kini pihaknya tengah menunggu payung hukum pencabutan peraturan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sebelumnya, yakni tentang kawasan 3 in 1. Selain itu, dirinya berharap akan segera ada program pengganti setelah 3 in 1 resmi dihapus.
"Memang hasil rapat demikian, 3 in 1 memang dihapus, namun belum ada solusi penggantinya. Mudah-mudahan program lain nanti terlaksana sebagai pengganti seperti perluasan pelarangan kendaraan bermotor roda dua, ERP atau penerapan 3 in 1 pada sore hari. Kita siap dan saling bersinergi lah," jelasnya.
Disinggung mengenai evaluasi penghapusan 3 in 1 selama ini, Budiyanto menilai memang selama ini kepadatan berjalan fluktuatif.
"Selama ini terhitung fluktuatif ya, kadang padat, kadang landai. Kita lihat perkembangan kedepannya, dalam penilaian selama ini 3 in 1 memang tidak efektif. Tapi kita lihat saja nanti yaa hasilnya gimana," tutupnya.
Baca juga:
Mulai 16 Mei 2016, kawasan 3 in 1 resmi dihapus
Keputusan Dishub DKI: 3 in 1 resmi dihapus!
M Taufik heran Ahok ngotot hapus 3 in 1
3 in 1 dihapus, Ahok wacanakan sistem ganjil genap sambil tunggu ERP