Pesan Korban Penggusuran untuk Anies Baswedan: Beri Sedikit Tempat untuk Anak Kami
Seorang ibu menggendong balitanya di antara reruntuhan bangunan di Jalan Agung Perkasa VIII, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Senin (18/11) siang, dia berdiri menatap bekas rumahnya yang kini sudah rata dengan tanah.
Seorang ibu menggendong balitanya di antara reruntuhan bangunan di Jalan Agung Perkasa VIII, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Senin (18/11) siang, dia berdiri menatap bekas rumahnya yang kini sudah rata dengan tanah.
Kesedihan tak bisa disembunyikan dari raut wajahnya. Dia tidak tahu nasibnya setelah tak memiliki rumah tinggal. Risma (32) namanya. Kini sedang mengandung anak ke-4. Suasana yang seharusnya bahagia, justru menjadi duka karena kehilangan tempat tinggalnya.
"Masalahnya kan ini banyak balita, anak saya 3 dan ini lagi mengandung lagi, ditambah lagi kejadian ini. Anak saya mau tinggal di mana?" katanya lirih.
Sejak digusur, Risma tak punya tempat tinggal yang layak. Setiap malam, dia sering terjaga hingga pagi hari. Karena anaknya mengeluh dengan suasana yang tidak nyaman.
"Kalau malam juga susah buat tidur mas, anak digigitin nyamuk, kegerahan. Ditambah tidak sekolah, seragamnya tidak tahu ke mana."
Demi Anak-Anak
Berjalan tak jauh dari situ, ada seorang ibu bernama Nur. Sambil menggendong bayinya, dia tidak kuat menahan tangis, menghadapi duka yang melanda. Air matanya tak terbendung saat bercerita mengenai kondisinya saat ini. Dia menitipkan pesan pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Kita sudah betah di sini Pak Gubernur, gimana ini pak solusinya? Kasih saja sedikit tempat Pak buat anak kami," tutup Nur.
Berikut video curahan hati warga korban penggusuran
Reporter magang: Abyan Ghafara Andayarie
(mdk/noe)