Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Djarot sebut momentum introspeksi
Mantan Wali Kota Blitar ini menyayangkan dan prihatin terhadap kondisi Indonesia saat ini. Karena bangsa lain sudah mulai maju pesat tanpa meributkan hal yang tidak seharusnya dipeributkan.
Hari Kesaktian Pancasila, jatuh setiap tanggal 1 Oktober. Memperingati hari tersebut, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, ini merupakan momentum untuk intropeksi bagi kita seluruh rakyat Indonesia.
"Jadi ini kan momentum bagi kita semua untuk berintrospeksi bahwa siapa pun, kelompok mana pun yg mencoba mengkhianati Pancasila, yang mencoba mengganti Pancasila itu pasti akan dilawan oleh rakyat Indonesia," ujarnya seusai upacara peringatan Kesaktian Pancasila di lapangan IRTI Monas, Senin (2/10).
Menurut politisi PDIP ini, Indonesia memiliki begitu banyak sejarah yang tidak boleh dilupakan. Sejarah bangsa ini penuh dengan berbagai macam peristiwa yang salah satunya adalah pengrorongan terhadap ideologi Pancasila.
"Pancasila sebagai ideologi negara tidak boleh dirubah, tidak boleh diotak-atik tetapi harus dilaksanakan," tegasnya.
Djarot menuturkan, persoalan bangsa ini sekarang adalah masalah kemiskinan. Kemiskinan harus segera dituntaskan. Bagaimana semua orang bisa melaksanakan nilai Pancasila dengan mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia.
"Ketidakadilan ini harus dituntaskan. Oleh karenanya ini momentum kita untuk saling bersatu. Bukan saling mencurigai, bukan saling menyalahkan, bukan saling membuat sesuatu tindakan yang kontraduktif," tuturnya.
Mantan Wali Kota Blitar ini menyayangkan dan prihatin terhadap kondisi Indonesia saat ini. Karena bangsa lain sudah mulai maju pesat tanpa meributkan hal yang tidak seharusnya dipeributkan.
Dia juga menyarankan agar kita tidak selalu meributkan suatu hal yang kurang penting, apalagi dengan bangsa sendiri.
"Negara tetangga kita yang lain lari kenceng. Masa kita diributkan aja sama anak bangsa," tutup Djarot.
Baca juga:
Kehangatan pertemuan mantan Gerwani PKI dengan anak jenderal Pahlawan Revolusi
Catherine Pandjaitan: Saya maafkan yang membunuh Papa
Isak tangis mantan Gerwani PKI pecah di makam para Pahlawan Revolusi
Jokowi: Jangan sampai sejarah kelam PKI terulang
Bupati Klungkung ajak pengungsi Gunung Agung upacara Kesaktian Pancasila
Bunga Sunarti untuk mendiang suami di TMP Kalibata