Percepat pengerukan di Waduk Pluit, Jokowi sewa 20 ekskavator
Menurut Jokowi, ekskavator yang saat ini hanya berjumlah 10 unit dan itu dirasa kurang
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya mempercepat proses pengerukan dan normalisasi Waduk Pluit. Untuk melakukannya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan menambah jumlah ekskavator sebagai alat keruk pada bulan mendatang.
"Juni nanti akan ditambah 15 sampai 20 ekskavator di Waduk Pluit sehingga bisa dipercepat. Bisa awal, pertengahan, atau akhir bulan. Ini kejar-kejaran. Yang 15-20 itu sewa. Nanti kita beli ekskavator amfibi juga," jelas Jokowi saat meninjau di Waduk Pluit, Jakarta, Jumat (31/5).
Menurut Jokowi, ekskavator yang saat ini hanya berjumlah 10 unit dan itu dirasa kurang. "Ini kan butuh banyak ekskavator," terangnya.
Untuk Waduk Pluit, Jokowi menambahkan, semuanya akan dikeruk dan dinormalisasi total. Namun, hal ini menunggu warga yang menempati Waduk Pluit direlokasi ke rumah susun yang telah disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta.
"Nanti semuanya, muter dikeruk semuanya. Kita menghormati warga nanti nunggu rusun. Nanti di sini (waduk Pluit) diubah semuanya. Nanti kalau sudah jadi kalau masyarakat sudah mendapatkan rusun. Nanti lingkungannya juga menjadi baik, kotanya juga untuk limpahan air bisa tertampung di waduk ini," jelas Jokowi.
Kemudian, Waduk Pluit ini rencananya juga akan dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada tepat di tengah-tengah waduk. Untuk sebelah bibir waduk, akan dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH).
"Karena Jantung air Jakarta ada di sini. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) nanti di bangun di sini. Juga akan dibangun jalan untuk mobil atau jalan rekreasi. Di pinggir waduk nanti ada papan untuk jogging. Bantaran Timur juga inspeksi nanti. Tapi sekali lagi kita hargai warga, tunggu rusun selesai," tandasnya.(mdk/tyo)