Penumpang KRL Perhari Capai 1,1 Juta Orang
Deputi II PT KAI Daop I Jakarta, Junaidi Nasution menjelaskan, kini jumlah penumpang KRL di Jabodetabek mencapai 1,1 juta orang per hari. Artinya jika diasumsikan dengan tarif terendah senilai Rp3.000, setiap harinya jumlah transaksi tiket KRL mencapai Rp 3,3 miliar.
Jumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) selalu meningkat dari tahun ke tahun, dengan nilai transaksi tiket menembus Rp 3,3 miliar sehari.
Deputi II PT KAI Daop I Jakarta, Junaidi Nasution menjelaskan, kini jumlah penumpang KRL di Jabodetabek mencapai 1,1 juta orang per hari. Artinya jika diasumsikan dengan tarif terendah senilai Rp3.000, setiap harinya jumlah transaksi tiket KRL mencapai Rp 3,3 miliar.
"Kondisi itu otomatis membuat perputaran uang di moda transportasi massal ini kian tinggi," katanya seperti dilansir dari Antara, Rabu (3/4).
Peningkatan jumlah penumpang secara signifikan ini terjadi sejak lima tahun terakhir. Sampai Juni 2018, rekor tertinggi jumlah penumpang KRL mencapai 1.154.080 orang.
"Meningkat, lima tahun belakang dari 800.000 penumpang, sekarang sudah sampai 1,1 juta penumpang sehari," ujarnya.
Dia menjelaskan pula, di waktu yang bersamaan, PT KAI memiliki armada 900 unit KRL. Jumlah tersebut bertambah 60 kereta dari tahun sebelumnya. Menurutnya, jumlah unit KRL akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penumpang.
Sebanyak 900 unit KRL ini melayani perjalanan ke 79 stasiun yang ada di Jabodetabek, Banten, dan Cikarang. Jika ditotalkan panjang rutenya, mencapai angka 418,5 kilometer.
Baca juga:
Gangguan Listrik, Perjalanan KRL Jakarta-Bekasi Hanya Sampai Cakung
Gangguan di Stasiun Sudimara, KRL Tanah Abang-Parung Panjang Dihentikan Sementara
Selesai Diperbaiki, Perjalanan KRL Rute Jakarta-Bogor Kembali Normal
Ratusan Petugas Perbaiki Jaringan Listrik di Jalur KRL Kebon Pedes
Perlintasan KA Kebon Pedes Belum Bisa Dilewati Kendaraan, Arus Lalu Lintas Dialihkan