Penjaga SD di Bekasi dianiaya dan dibacok 7 perampok
Perampok membacok bagian kepala dan tubuh Cepi setelah memergoki aksi mereka di ruang kepala sekolah.
Kawanan perampok menyatroni gedung Sekolah Dasar Negeri 10 di Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, dini hari tadi. Seorang penjaga di sekolah itu, Cepi (25), dianiaya perampok berjumlah tujuh orang hingga mengalami lima luka bacok di tubuhnya.
Cepi mengatakan, peristiwa itu bermula ketika dia tengah tertidur di ruang penjagaan. Dia mendadak tersadar dari tidurnya sekitar pukul 02.30 WIB setelah mendengar suara gaduh di bagian ruang kepala sekolah. Karena penasaran dia pun kemudian memeriksanya.
Cepi dibuat terkejut ketika melihat gerombolan orang tak dikenal menutup wajahnya menggunakan topeng. Para pelaku yang kaget dengan kedatangan Cepi, langsung menariknya ke dalam. Tanpa basa-basi, seorang pelaku mengayunkan golok ke kepalanya.
Cepi coba melakukan perlawanan. Karena kalah jumlah, Cepi pun dianiaya hingga jatuh tersungkur. Akibatnya, dia menderita empat luka bacok di kepala dan satu luka bacok di punggung.
Sementara itu, para pelaku terus melancarkan aksinya, mereka berhasil membawa kabur barang elektronik berupa tiga buah komputer, satu laptop, dan tiga TV LED. Puas dengan aksinya, pelaku lantas melarikan diri dengan meninggalkan korban.
Ketika situasi aman, Cepi yang sudah bersimbah darah meminta bantuan kepada warga. Dia pun lantas dilarikan ke rumah sakit Mekarsari untuk mendapatkan perawatan medis.
Aparat Polresta Bekasi Kota yang mendapatkan laporan langsung meluncur ke lokasi. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan memintai keterangan beberapa saksi di lokasi.
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota, Kompol Nuredy Irwansyah, membenarkan kejadian itu. Pihaknya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi di lokasi.
"Masih diselidiki ya," ujarnya singkat.(mdk/lia)