Pengguna Transjakarta Keluhkan Tidak Semua Rute Beroprasi
Walaupun ada rute lain yaitu Halte Sunan Giri - Slipi Kemanggisan, Astri memilih tidak menggunakan jalur itu karena jarak tempuh menjadi lebih jauh. Jika memilih jalur tersebut, dia harus transit atau berpindah dua kali.
Transjakarta mengoperasikan 123 rute hari ini setelah hari sebelumnya dilakukan pembatasan sebagai antisipasi mencegah virus Corona atau Covid-19. Namun, belum semua penumpang merasa terlayani meskipun ada penambahan rute.
Astri, pengguna TransJakarta terpaksa beralih ke commuter line lantaran rute yang biasa digunakan tidak beroperasi.
"Biasa ke kantor PP naik Traja rute 4A. Tapi karena ada Corona, rute tersebut enggak beroperasi, padahal itu rute langsung kantor ku," kata Astri saat dihubungi merdeka.com, Selasa (17/3).
Walaupun ada rute lain yaitu Halte Sunan Giri - Slipi Kemanggisan, Astri memilih tidak menggunakan jalur itu karena jarak tempuh menjadi lebih jauh. Jika memilih jalur tersebut, dia harus transit atau berpindah dua kali.
"Rute yang harus diambil dari Halte Sunan Giri - Halte Slipi Kemanggisan: Pulogadung - Dukuh Atas 2 (transit pertama di halte Tosari karena Dukuh Atas 2 masih perbaikan), lanjut rute Kota - Blok M (transit kedua di halte Benhil), naik jembatan panjang lalu lanjut rute Pinang ranti / PGC - pluit (ambil di Halte Semanggi, turun di Halte Slipi Kemanggisan)," ungkap Astri.
Jumlah Penumpang di Bus Dibatasi
Transjakarta juga membatasi jumlah penumpang di dalam bus. Untuk bus gandeng hanya boleh diisi 60 penumpang. Padahal biasanya, bus ini dapat menampung hingga kapasitas 180 orang.
"30 Penumpang untuk bus besar, 15 penumpang penumpang untuk bus sedang dan Royaltrans. Lalu 6 penumpang untuk mikrotrans," jelasnya.
(mdk/lia)