Pengerjaan dikebut, rumput di trotoar Sudirman dibongkar usai Asian Games
Penataan trotoar sendiri ditargetkan rampung 31 Juli mendatang. Menurut Anies target itu dapat dicapai dan saat Asian Games seluruh trotoar di Sudirman-Thamrin sudah lurus, rata dan rapi.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, area rumput yang ada di trotoar Jalan Sudirman dan mengahalangi akses halte ke jalan hanya bersifat sementara.
Nantinya, setelah Asian Games selesai, rumput tersebut akan dibongkar dan diganti dengan trotoar keras.
"Sekarang ini memang sebagian belum dipasang trotoar keras karena masih rumput. Rumput ini sebenarnya temporer," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (25/7) malam.
Anies menyebut revitalisasi trotoar memang belum selesai dilakukan. Namun, demi menyambut perhelatan akbar Asian Games, maka trotoar dipasangi rumput karena nantinya mudah untuk dibongkar lagi dan dipasangi trotoar keras.
"Kami siapkan rumput karena jauh lebih mudah dibongkar kembali. Karena tempat itu belum selesai dibangun, ini temporer saja," kata dia.
Adapun halte di trotoar Jalan Sudirman ada yang terhalang area rumput cukup lebar. Masyarakat yang ingin naik bus harus memutar terlebih dahulu atau menginjak-injak rumput untuk bisa naik bus.
Penataan trotoar sendiri ditargetkan rampung 31 Juli mendatang. Menurut Anies target itu dapat dicapai dan saat Asian Games seluruh trotoar di Sudirman-Thamrin sudah lurus, rata dan rapi.
Tanggapan Anies soal pro kontra halte khusus ojek online
Sementara itu, terkait pro kontra adanya halte khusus ojek online di Pemprov DKI, Anies beralasan banyak yang membutuhkan lokasi tersebut.
"Begini kami mengatur kenyataan di lapangan. Ke yataanmya jalan raya terhambat karena parkirnya ojek," kata Anies.
Anies menyebut halte khusus itu baru akan dibuat di gedung-gedung pemerintahan dulu, belum ada kewajiban swasta membangun seperti DKI.
"kita mulai di fasilitas milik pemprov. Nah swasta baru dilakukan sesudah ini. Kami akan lakukan dulu di pemprov hasilnya seperti apa baru kita buat regulasi," ujarnya
Mantan Mendikbud itu menyatakan keberadaan halte tersebut diperlukan karena di jam tertentu seperti pulang kantor, ojek-ojek memenuhi jalan dan membuat macet. "Kalau diliat tempat stasiun. Lalu perhatikan jelang jam tutup mal, bisa penuh sekali jemputan ojek. Waktunya pendek durasinya itu. Saat keluar saat itulah terjadi penumpukan parkir ojek," ucapnya.
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber : Liputan6.com
Baca juga:
Pengamat Perkotaan sebut trotoar lebar akan untungkan PKL jika tak tepat lokasi
Sempat viral, halte di Sudirman langsung dibuatkan jalur penghubung
Reaksi warga Jakarta saat halte bus di Sudirman terhalang area rumput
Trotoar Sudirman-Thamrin bisa difungsikan 31 Juli
Halte bus terhalang rumput ramai dikritik, Sandiaga putar otak cari solusi
Penataan trotoar di Jalan MH Thamrin terus dikebut