LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Penembak Briptu Ruslan dapat senjata api dari eks anggota TNI

"Sementara untuk pelurunya masih didalami dari mana mereka mendapatkannya," tutur Kombes Rikwanto.

2014-01-23 19:04:39
Penembakan Polisi
Advertisement

Aparat Polda Metro Jaya membekuk tiga dari empat pelaku penembakan terhadap anggota Shabara Mabes Polri Briptu Ruslan Kusuma. Kepada penyidik, ketiganya yakni, Sukur, Hendra, dan Anton mengaku mendapatkan senjata api jenis FN dari bekas anggota TNI.

"Satu pelaku inisial C masih DPO," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (23/1).

Rikwanto menambahkan, para pelaku mendapat senjata api dari seorang pecatan tentara di kawasan Cilodong, Depok Jawa Barat.

"Kalau pengakuannya memang seperti itu. Sementara, untuk pelurunya masih didalami dari mana mereka mendapatkannya," tuturnya.

Saat beraksi, lanjut Rikwanto, para pelaku selalu berempat dan berbagi peran. "S dan H sebagai eksekutor, sedangkan A dan yang masih DPO inisial C sebagai pengawas," tuturnya.

Sementara untuk penadah, Rani alias Roni sudah dibekuk terlebih dahulu oleh aparat Polres Bogor Kabupaten.

Rikwanto menambahkan, para pelaku selalu berkeliling dengan dilengkapi senjata api. Begitu melihat sasaran empuk, mereka akan langsung mencegat targetnya di tempat yang sepi untuk kemudian dibawa kabur sepeda motor korban.

"Kalau korban melawan mereka tidak segan-segan melukai, seperti yang terjadi terhadap Briptu Ruslan," tuturnya.

Kasubdit Remob Polda Metro Jaya AKBP Adex Yudiswan menambahkan, komplotan tersebut sudah 20 kali beraksi di Jabodetabek. Di mana salah satu pelaku bernama Anton merupakan residivis kasus pencurian.

Sepeda motor incaran para pelaku biasanya sepeda motor diatas 250 CC. "Mereka menyebutnya premium, sepeda motor laki mereka menyebut middle class sementara untuk kelas bebek dan lainnya adalah motor kacangan," jelas Adex.

Sepeda motor hasil curiannya sendiri dijual dengan harga antara Rp 2-15 juta. Biasanya mereka menjual sepeda motornya tersebut di kawasan pesisir atau pedalaman Jawa Barat. "Mereka sengaja menjualnya di kawasan yang susah terjangkau," tukasnya.

Dari tangan mereka petugas menyita dua unit sepeda motor honda Beat dan satu pucuk senjata api jenis FN beserta 41 peluru caliber 7,65mm. Seluruh pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP ayat 2 dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun.

Sukur pelaku penembakan mengakui tidak mengetahui kalau korbannya adalah anggota polisi. Menurutnya, saat itu dia disuruh menembakBriptu Ruslan oleh tersangka Hendra.

"Saya disuruh tembak karena dia mau melawan," ucapnya sambil tertunduk.

Saat itu dia bersama Hendra yang turun untuk mencuri motor Ninja 250Cc tersebut, setelah menembak dia langsung kabur ke Bogor, Jawa Barat serta menjual motornya itu dengan harga Rp15 juta kepada Roni.(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.