Penarikan Satpol PP, Ahok salahkan Effendi Anas tak ikut rapat
Effendi Anas mengaku kecewa karena tak diberi tahu terlebih dahulu soal rencana itu.
Kepala Satpol PP DKI, Muhammad Effendi Anas mengaku kaget atas rencana Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) memindahkan tugas Satpol PP menjaga jalur Transjakarta. Effendi bahkan mengaku kecewa karena tak diberi tahu terlebih dahulu.
Untuk tahun ini ditargetkan ada 1.000 personel Satpol PP sudah diberdayakan menjaga jalur Transjakarta. Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, rencana penarikan 1000 personel itu telah disampaikan saat rapat dengan para kepala dinas.
"Itu kan diusulkan dalam Rapim dengan kepala-kepala dinas kok dan Kepala Satpol PP tidak ikut," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (2/11).
Menurut Ahok, rencana itu baru sebatas usulan dan perlu didiskusikan lebih lanjut dengan Jokowi.
"Karena ada juga macam-macam lah kan perlu dilatih dulu Satpol PP. Itu kan masih bisa dipelajari," kata Ahok.
Ahok mengatakan, penambahan personel Satpol PP tidak akan dilakukan jika rencana itu jadi direalisasikan.
"Justru tidak (ditambah), karena waktu itu pikiran terlalu banyak. Pak Gubernur akan putuskan kita akan diskusi," kata dia.
Satpol PP di DKI rencananya akan ditugaskan untuk menjaga jalur Transjakarta. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi pembongkaran dan bentrok dengan pedagang.
Para personel Satpol PP akan dipindahkan secara bertahap. Untuk tahun ini ditargetkan ada 1.000 personel yang sudah bisa diberdayakan, dan jumlah itu akan bertambah pada tahun selanjutnya.(mdk/dan)