Pemprov DKI terima 4 truk sampah dari pengusaha Taiwan
Ahok berharap bantuan ini akan mendorong instansi lain turut membantu menyelesaikan sampah.
Pemprov DKI Jakarta mendapatkan 4 unit truk sampah dari Para Pengusaha Taiwan yang tergabung dalam perwakilan Perdagangan dan Ekonomi Taipei di Indonesia atau Taipei Economic and Trade Office (TETO).
Truk sampah senilai USD 100 ribu ini diterima langsung oleh Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kantor Dinas Kebersihan DKI, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Perwakilan TETO untuk Indonesia, Chang Liang Jen, mengatakan bantuan tersebut sebagai bentuk persahabatan yang telah dibina pihaknya dengan Indonesia terutama Pemprov DKI Jakarta. Bantuan itu juga untuk membantu Pemprov DKI mengatasi persoalan sampah terutama saat musim penghujan.
"Pada saat musim hujan saya lihat banyak tempat yang terkendala. Terlalu banyak sampah, mungkin kami bisa membantu untuk yang membutuhkan, ya kami berpikir untuk mengirim truk sampah," kata Chang Liang Jen usai serah terima bantuan, Jumat (11/4).
Chang Liang menambahkan, pemberian empat buah truk yang terdiri dari dua truk sampah dan dua truk kebersihan ini, merupakan bentuk kerja sama antara Taiwan dan Indonesia yang telah lama terjalin dalam bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan dan lainnya.
"Ini hanya contoh hubungan persahabatan di antara kita. Ini bentuk kerja sama kami, karena cukup banyak perusahaan Taiwan yang beroperasi di Indonesia," katanya.
Sementara itu, Ahok mengatakan Pemerintah Taiwan telah lama menunjukkan rasa kebersamaan dengan pihaknya. Ahok menambahkan, melalui Yayasan Budha tzu Chi misalnya, selalu membantu pemprov setiap kali banjir merendam ibu kota.
"Hampir semua banjir, bencana mereka sudah bantu. Saat mendengar Pemprov DKI membutuhkan truk sampah, Pemerintah Taiwan langsung merespon dengan memberikan bantuan berupa empat buah truk," kata Ahok.
Menurut dia, empat truk yang disumbang Pemerintah Taiwan itu akan digunakan semaksimal mungkin oleh Pemprov DKI. Ahok berharap bantuan ini akan mendorong instansi lain turut membantu menyelesaikan persoalan ibu kota.
"Ini akhirnya mendorong yang lain untuk bantu. Dengan gotong-royong ini jadi enteng sama dijinjing berat sama dipikul," tandasnya.
Reporter: Gaby Virginia
(mdk/mtf)