Pemprov DKI targetkan terapkan ERP usai MRT beroperasi
Wakil Kepala Dinas Perhubungan Sigit Wijatmoko mengatakan, ERP ditargetkan beroperasi pada April 2019 atau setelah satu bulan MRT Jakarta resmi beroperasi.
Pemprov DKI Jakarta terus mengebut kebijakan electronic road pricing (ERP) atau jalan berbayar elektronik agar dapat segera diterapkan. Wakil Kepala Dinas Perhubungan Sigit Wijatmoko mengatakan, ERP ditargetkan beroperasi pada April 2019 atau setelah satu bulan MRT Jakarta resmi beroperasi.
"Satu bulan setelah MRT (beroperasi)ya," kata Sigit saat dihubungi, Sabtu (21/4).
Sigit menyebut, jalan berbayar baru bisa diterapkan dengan syarat sudah ada moda transportasi massal yang beroperasi di jalan tersebut.
Sebab salah satu tujuan ERP agar pengguna kendaraan pribadi pindah ke transportasi umum. Nantinya, akan ada dua moda untuk mengalihkan pengendara ke transportasi umum, yakni MRT dan Transjakarta.
"Nanti sudah ada dua pilihan (transportasi masal)," katanya.
Sebelumnya diketahui, ERP sempat molor dan saat ini masih dalam proses tender dan pemenang kontrak ditargetkan dapat diketahui pada 25 Oktober 2018.
"Kontrak keseluruhan 19,2 kilometer (dikerjakan) 1-1,5 tahun, tapi kan kita bagi dua staging. Staging pertama Sisingamangaraja sampai dengan Bundaran HI," ujar Sigit.
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Polisi sebut underpass Matraman dan Mampang kurangi kemacetan
Polda Metro Jaya bahas wacana perluasan lokasi ganjil genap
Ingat, mulai pekan depan sistem Ganjil Genap dimajukan pukul 6 pagi
Sandiaga sebut kemacetan di Tanah Abang karena galian kabel
Ganjil genap tol Janger, Jagorawi & Japek hemat konsumsi BBM hingga Rp 500 M per hari
Polda Metro: Underpass Mampang berhasil kurangi kemacetan, Matraman belum
3 Solusi agar terhindar sistem ganjil genap versi Kakorlantas Polri