LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Pemprov DKI Lanjutkan Vaksinasi HPV Gratis pada Agustus 2022

Namun, Riza mengaku belum mengetahui jumlah dosis yang disiapkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Dia berujar, cakupan penerima vaksin HPV akan ditambah.

2022-04-23 01:02:00
kanker serviks
Advertisement

Pemprov DKI Jakarta akan kembali melaksanakan vaksinasi human papilloma virus (HPV) secara gratis pada Agustus. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, vaksinasi HPV gratis sedianya telah dilaksanakan oleh Pemprov DKI.

"DKI kan pernah melaksanakan, Insyaallah bulan Agustus dijalankan lagi," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat (22/4).

Namun, Riza mengaku belum mengetahui jumlah dosis yang disiapkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Dia berujar, cakupan penerima vaksin HPV akan ditambah.

Advertisement

"Prinsipnya kita akan laksanakan dan tambah lagi," imbuh dia.

Advertisement

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi memastikan vaksinasi HPV akan digratiskan kepada seluruh wanita Indonesia mulai tahun ini. Vaksin HPV bisa mengurangi risiko terkena kanker serviks.

"Gratis, dibiayai oleh negara tahun ini," katanya di Jakarta, Selasa (19/4).

Dia menegaskan, vaksinasi HPV bukan untuk menyembuhkan kanker serviks. Melainkan sebagai upaya preventif dan promotif, menekan risiko terkena kanker serviks dan mengurangi beban negara.

"Seperti Covid-19 kalau kita sakit biayanya puluhan juta masuk rumah sakit. Tapi kalau kita cegah preventif pakai masker, minum vitamin, itu kan jauh lebih murah," jelasnya.

Dia mencatat, kanker serviks merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi bagi wanita Indonesia. Padahal, penyakit tersebut bisa dicegah dengan vaksinasi.

"Lebih baik kita lakukan pencegahan. Balik lagi tujuannya agar mereka hidup lebih produktif, tidak usah mengalami kanker ini," jelasnya.

Selain mewajibkan imunisasi HPV, pemerintah akan memberikan vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccines) dan Rotavirus kepada bayi di bawah dua tahun. Vaksin HPV untuk mencegah pneumonia, sedangkan Rotavirus untuk mencegah diare pada anak.

"Ini dua penyakit infeksi yang paling banyak mengenai bayi di bawah dua tahun. Kalau bayi di bawah dua tahun terkena infeksi, semua energinya, asupan gizinya akan beralih digunakan oleh tubuh untuk menangkal infeksi ini sehingga menyebabkan bayi ini bisa terkena stunting," paparnya.

Menurut Budi, pemerintah bekerja keras mencegah stunting pada anak. Berdasarkan hasil penelitian, kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient) anak yang terkena stunting mengalami penurunan hingga 20 persen.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.