Pemprov DKI Diminta Sikapi Serius Sebaran Omicron Saat PTM 100 Persen
Data Dinkes DKI, jumlah kasus varian baru atau Omicron juga mencapai 498 orang. Lalu, 409 di antaranya atau 82,1 persen merupakan pelaku dari perjalanan luar negeri.
Komisi E DPRD DKI meminta Pemprov DKI Jakarta menyikapi serius penambahan kasus Omicron di Ibu Kota. Terlebih, Jakarta sedang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.
Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo meminta agar Pemprov DKI segera mengambil sikap dengan adanya penyebaran kasus Covid-19 varian baru atau Omicron dengan adanya pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.
"Saya kira Pemprov harus lebih proaktif. Jangan sampai banyak korban dulu baru teriak," kata Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Anggara Sastroamidjojo, di Jakarta, Kamis (13/1). Komisi E salah satunya membidangi pendidikan.
Politikus PSI itu juga meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara intensif melakukan komunikasi dengan pusat sebagai mitigasi.
"Kita ini di Ibu Kota, Balai Kota cuma berjarak beberapa ratus meter saja dari istana. Kalau kita enggak beres akan berdampak langsung buat pemerintah pusat, berdampak langsung ke Indonesia," ucapnya.
Lanjutnya, sikap Pemprov DKI terkait PTM dapat menimbulkan pertanyaan para orang tua murid yang anaknya bersekolah.
"Ini bukan soal setuju atau tidak setuju lagi seperti yang dikatakan oleh Pemprov. Harusnya bisa cerita sudah komunikasi sampai mana? Biar warga tahu pemerintahnya sedang bekerja buat mereka. Ini kan menimbulkan kebingungan buat orang tua murid, angka Omicron ini juga nambah terus," jelas dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, jumlah kasus aktif di Jakarta naik sebanyak 269 kasus dan sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 2.752 orang yang masih dirawat/isolasi, mengacu data Rabu (12/2).
Lalu, untuk penambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 412 orang dan total keseluruhan mencapai 868.611 kasus. Sedangkan 248 di antaranya merupakan pelaku perjalanan luar negeri.
"Perlu digarisbawahi bahwa 2.044 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri," kata Dwi.
Selain itu, jumlah kasus varian baru atau Omicron juga mencapai 498 orang. Lalu, 409 di antaranya atau 82,1 persen merupakan pelaku dari perjalanan luar negeri.
"Sedangkan 89 lainnya (kasus Omicron) adalah transmisi lokal," ucapnya.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com