Pemprov DKI cek informasi trotoar Tanah Abang disewa buat lapak PKL
Sewa menyewa lapak terungkap setelah PKL buka suara. Mereka menyebut penyewa lapak adalah PNS DKI. Jika benar, tentukan akan ditindak tegas sebab PNS dilarang menerima pungutan liar.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan Irwandi, akan menyelidiki kabar sewa menyewa lapak di trotoar Pasar Tanah Abang. Sewa menyewa lapak terungkap setelah PKL buka suara.
Mereka menyebut penyewa lapak adalah PNS DKI. Jika benar, tentukan akan ditindak tegas sebab PNS dilarang menerima pungutan liar.
"Mungkin (pengawasan) dari pihak independen yang akan turun juga melihat. Kalau ada pungutan, siapa orangnya, foto, kan gitu," kata Irwandi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/11).
Dia juga akan mengajak Wali Kota Jakarta Pusat, Satpol PP bersama inspektorat akan melakukan penyelidikan informasi tersebut.
"Bener enggak itu dia sewa di trotoar. Kok trotoar disewain. Apakah itu pegawai kita, apa oknum, apa memang preman kan gitu. Kita belum ketahuan ya," katanya
Terkait penataan Tanah Abang akan segera dilakukan setelah izin dari gubernur turun.
"Sudah ada, kita sudah bikin, skema-skema sudah ada, tinggal nanti kalau Pak Gubernur mengizinkan, Pak Wagub, kita sebagai aparatur di bawahnya laksanakan," katanya.
Baca juga:
Saat emosi Lulung memuncak ada yang sebut trotoar Tanah Abang disewakan
Lulung: Trotoar enggak mungkin sewa, Ombudsman suruh datang ke saya!
Kasatpol PP selidiki anak buah terima upeti dari PKL Tanah Abang
Cegah PKL jualan di trotoar, 70 petugas Satpol PP disiagakan di Tanah Abang
Penataan Kanal Banjir Barat, Sandiaga sebut warga sudah berkemas sendiri
Sandiaga sebut PKL Tanah Abang tak perlu digusur karena diperlukan warga
Haji Lulung tegaskan tak ada preman Tanah Abang, yang ada anak lingkungan