Pemprov DKI Beberkan Alasan Tempat Hiburan Belum Buka di Masa PSBB Transisi
Dia mencontohkan konser. Tentu di masa PSBB transisi, protokol kesehatan harus dijalankan. Pelaksanaan protokol kesehatan berdampak pada jumlah penonton yang boleh terlibat. Ujung-ujungnya berdampak pada harga tiket.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Cucu Ahmad Kurnia memberikan penjelasan terkait belum dapat dibukanya tempat hiburan di masa PSBB transisi. Tidak klopnya antara hitung-hitungan bisnis dan keharusan menjalankan protokol adalah penyebabnya.
"Belum ada protokol yang bisa win-win solution, kita paksakan protokol, (pelaku usaha) tekor. Tidak diterapkan protokol, risiko (bagi pengunjung)," kata dia, di Jakarta, Rabu (17/6).
Dia mencontohkan konser. Tentu di masa PSBB transisi, protokol kesehatan harus dijalankan. Pelaksanaan protokol kesehatan berdampak pada jumlah penonton yang boleh terlibat. Ujung-ujungnya berdampak pada harga tiket.
"Kayak konser lah. Yang berdiri mustahil, paksain duduk satu meter antar kursi. Pas dihitung 30 persen yang bisa ditampung dari kapasitas normal. Kalau dipaksain tiketnya jadi mahal dari normal tetapi tidak tutup modal,"
Dia mengakui bahwa perhitungan ekonomi menjadi alasan utama. Sebab tentu tidak ada untungnya juga jika tempat hiburan dibuka di masa PSBB transisi, tetapi pelaku usaha malah merugi.
"Taruh nih kita paksakan social distancing ternyata kapasitas 30 persen akhirnya penyelenggaranya tekor. Ya ngapain bikin konser kapasitas 1000 yang hadir cuma 300 gak balik modal itu kan, ini ada faktor seprti itunya nah ini ada hitungan ekonomi yang ada kesepakatan," katanya.
Sama halnya dengan bioskop. Tentu tidak sulit menerapkan jaga jarak di bioskop. Namun, pertanyaan berikutnya adalah apakah dengan kursi yang hanya diisi 50 persen dari kapasitas normal pelaku bakal untung atau setidaknya balik modal.
"Misalnya kayak bioskop gampang saja kan kapasitas 50 persen tetapi apa balik modal kalau buka 50 persen. Itu yang harus dicari jalan tengahnya. Untuk apa dipaksakan buka kalau masih tekor. Event diskotek itu sulit kalau sekarang referensi masih di dunia masih belum ada yang buka juga," tandas dia.
(mdk/eko)