LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Pemprov DKI Bakal Revisi Juknis PPDB Terkait Jalur Zonasi di Jakarta

Saefullah menjelaskan juknis PPDB dibuat berdasarkan Peraturan Mendikbud Nomor 44 tahun 2019. Selain itu, PPDB jalur zonasi sudah melampaui 50 persen dari total keseluruhan kursi di sekolah.

2020-07-06 13:47:00
Zonasi PPDB
Advertisement

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah menyatakan Pemprov DKI akan merevisi Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan No 670 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis PPDB DKI Jakarta tahun ajaran 2020/2021.

Hal tersebut disampaikannya setelah pertemuan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Pemprov DKI Jakarta dan Kemendikbud sudah bangun komunikasi sejak awal soal PPDB. Semua masukan kita berikan respons. Bahwa juknis Kadisdik No 670 akan kita adendum terkait dengan persentase zonasinya," kata Saefullah, Senin (6/7).

Advertisement

Dia menjelaskan juknis PPDB dibuat berdasarkan Peraturan Mendikbud Nomor 44 tahun 2019. Selain itu, PPDB jalur zonasi sudah melampaui 50 persen dari total keseluruhan kursi di sekolah.

Manta Wali Kota Jakarta Pusat ini mengungkapkan, ada 51 persen untuk jalur zonasi SMP dan 50,07 persen untuk bangku SMA.

"Artinya bahwa zonasi di DKI Jakarta sudah sesuai regulasinya Permendikbud Nomor 44. Kita harap semuanya semua pihak bisa memaklumi bahwa kita ciptakan pendidikan yang berpihak pada anak-anak kurang mampu," jelasnya.

Advertisement

Selain itu, Saefullah mengharapkan, agar siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dapat terus melanjutkan sekolah di swasta. Sebab saat ini daya tampung sekolah negeri di Jakarta baru mencapai 40 persen.

Kendati begitu, dia menegaskan, sekolah swasta juga memiliki peran yang sama untuk menyelenggarakan pendidikan.

"Daya tampung SMPN kita baru 46,16 persen, masih ada 64 persen kita harapkan itu swasta. Kemudian daya tampung SMAN dan SMKN kita 32,9 persen, masih ada 67 persen lagi kita harapkan swasta," tutup Saefullah.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.