LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Pemprov DKI: 3.681 Kasus Aktif Covid-19 dan Positivity Rate Sepekan 1,7 Persen

Dia mengungkapkan, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 837.805 dengan tingkat kesembuhan 98 persen. Kemudian sebanyak 13.443 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen.

2021-09-14 09:08:21
Corona di Indonesia
Advertisement

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, sebanyak 187 orang dinyatakan positif Covid-19 pada 13 September 2021. Dari penambahan tersebut jumlah kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta sebanyak 854.929 orang.

"Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 260 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 3.681 (orang yang masih dirawat/ isolasi)," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/9).

Dia mengungkapkan, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 837.805 dengan tingkat kesembuhan 98 persen. Kemudian sebanyak 13.443 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen.

Advertisement

"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 1,7 persen," jelasnya.

Sementara itu, untuk program vaksinasi Covid-19 DKI Jakarta telah memberikan dosis pertama kepada 10.095.359 orang atau 112,9 persen. Yakni dengan proporsi 62 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 38 persen warga KTP Non DKI.

"Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 6.911.009 orang atau 77,3 persen dengan proporsi 64 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 36 persen warga KTP Non DKI," ungkapnya.

Advertisement

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat tetap disiplin penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Sebab kata dia, perasaan yang berlebihan atau euforia saat penurunan level PPKM akan berdampak pada kenaikan kasus.

"Penurunan level PPKM di berbagai kota menyebabkan euforia dari masyarakat yang tidak disertai protokol kesehatan, implementasi PeduliLindungi. Hal ini cukup berbahaya karena dapat mengundang gelombang berikutnya, dari gelombang Covid-19," kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (13/9).

Reporter: Ika Defianti/Liputan6.com

Baca juga:
Juni 2021, AAJI Salurkan Klaim terkait Covid-19 Sebesar Rp 3,74 Triliun
1.500 Sekolah di Jakarta Gelar PTM Terbatas Pada 27 September 2021
Menko PMK: Pemerintah Susun Skenario Transisi Pandemi jadi Endemi
Satgas Covid-19: Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Harus Jalan Berdampingan
Komisi IX DPR Minta Orang Positif Covid-19 Bisa Jalan-Jalan Ditelusuri
54 Siswa SMA di Padangpanjang Positif Covid-19

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.