LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Pelatih Ungkap Alasan Terpaksa Latihan Sepatu Roda di Jalan Raya Jakarta

Norman, selaku pelatih sepatu roda akhirnya buka suara. Dia mengatakan, aksinya di jalan raya ibu kota dalam rangka pemanasan menuju Asian Games 2022 di Hongzhou, China Juli 2022.

2022-05-09 12:32:09
Sepatu Roda di Jalan Raya
Advertisement

Aksi rombongan pemain sepatu roda di jalan raya ibu kota viral di media sosial. Aksi itu diunggah akun Twitter (@pativ7) pada Minggu (8/5) hingga menuai kecaman dari warga net.

Dalam video yang dilihat merdeka.com, terlihat rombongan sepatu roda itu nampak asik bermain di tengah jalan raya. Bahkan, tak menghiraukan pengendara lainnya yang sudah membunyikan klakson.

Norman, selaku pelatih sepatu roda akhirnya buka suara. Dia mengatakan, aksinya di jalan raya ibu kota dalam rangka pemanasan menuju Asian Games 2022 di Hongzhou, China Juli 2022.

Advertisement

Dia mengatakan, lokasi terpaksa dilakukan di jalan raya karena tempat latihan ditutup saat lebaran 2022.

"Infonya sudah mulai dibuka lagi setelah petugas dan pengelola cuti bersama. Namun pada H-1 ada info dari staf pengelola GOR Sunter bahwa fasilitas sepatu roda belum boleh dipergunakan dan baru bisa pada hari Senin (9/5)," katanya kepada merdeka.com, Senin (9/5).

Advertisement

Kenapa di Tengah Jalan?

Oleh karena itu, katanya, para atlet memilih jalan raya sebagai latihan karena car free day. Rute itu mulai dari mengarah ke Senayan, melewati Gedung DPR/MPR RI hingga ke Lapangan Tembak dan Kemenpora.

"Kejadian di video tersebut adalah di depan Hotel Sultan mengarah ke Gedung MPR/DPR," ujarnya.

Dia mengatakan, para atlet terpaksa berada di lajur tengah karena lajur kiri dipergunakan untuk berbelok ke arah Senayan.

"Para Atlet tidak bisa pindah jalur mendadak karena jalanan di situ adalah beton beralur. Dimana ada potongan lobang yang membahayakan atlet apabila rodanya masuk dalam alur beton tersebut," sambungnya.

Karena Motor Pengawal

Norman menegaskan, kalau ada miskomunikasi hingga membuat aksinya viral di media sosial. Pengguna mobil protes terhadap motor yang mengawal rombongan sehingga membuat arus lalu lintas menjadi terhambat.

Saat itu, dia mengakui memang ada motor yang mengikuti rombongan. Diduga salah satu orang tua atlet yang ingin ikut mengawal.

"Padahal untuk teknis pengawalan yang benar adalah, motor pengawal berada di depan rombongan atlet untuk membuka dan memandu arah jalan. Sedangkan motor pengawal yang lain ada persis satu baris di belakang rombongan bertugas untuk sweeper apabila ada atlet yang tertinggal dari rombongan," jelasnya.

Meski demikian dia mengakui kesalahan yang dilakukan oleh pihaknya. Dia mengakui tidak melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan pengawalan aksi tersebut.

"Sehingga pada prinsipnya ini memang kesalahan kita yang kurang koordinasi teknis pengawalannya sebelum start," pungkasnya.

Wagub DKI Marah

Wagub DKI Ahmad Riza Patria berjanji akan menindaklanjuti pelanggaran tersebut. Dia menegaskan, bentuk arogansi itu bisa merugikan banyak orang.

"Kami tindaklanjuti. Fasum harus sesuai peruntukan dan ketentuan. Sudah ada tempat bersepatu roda. Arogansi di jalan merugikan diri dan banyak orang," kata Riza dalam akun Twitter resminya, dikutip merdeka.com, Minggu (8/5).

Pemprov DKI, telah menyediakan tempat sendiri untuk arena olahraga sepatu roda. Yakni di Jakarta International Roller Track Arena, Sunter, Jakarta Utara.

Sedangkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menyebut, bermain sepatu roda di jalan raya melanggar aturan. Menurut dia, jalur yang dilalui tak diperuntukkan bagi pemain sepeda roda.

"Itu tentu tidak boleh dilakukan di tengah jalan seperti itu karena bukan track buat sepatu roda. Tentu akan mengganggu pengguna jalan yg lain, selain itu berbahaya bagi keselamatan para pelaku sepatu roda tersebut," kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (8/5).

Zulpan menyampaikan, pihaknya akan mengusut terkait viralnya video tersebut. Dalam hal ini, bakal mencari pemain sepatu roda yang terekam kamera bermain di ruas jalan Gatot Subroto.

Zulpan menyebut, mereka akan diberikan sanksi berupa teguran.

"Kami menegur dan menertibkannya. Ya (sanksi lain) bila mereka mengulangi lagi perbuatan yang sama. Tapi kita kedepankan tindakan persuasif dengan teguran saja dulu," tandas dia.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.