PDIP minta Jokowi 'pasang badan' terhadap Lurah Susan
PDIP mendukung penuh selama Jokowi menerapkan kebijakan sesuai prinsip good governance dan undang-undang.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tetap mempertahankan Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung, kendati diprotes sejumlah pihak.
Sebab, penempatan Susan di lingkungan kerja barunya itu tak lepas dari kompetensi yang dia miliki selaku pemimpin.
"Partai mendukung sepenuhnya terhadap upaya penataan birokrasi yang dilakukan oleh Pak Jokowi yang dilakukan dengan melalui proses uji kepatutan dan kelayakan. Berbagai macam bentuk tekanan yang dilakukan oleh sekelompok orang tertentu harus dilihat sebagai politisisasi atas isu SARA," terang Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (25/9).
Dia menambahkan, sejak merdeka, Indonesia dibangun di atas pondasi keanekarakaman budaya, bangsa dan agama. Hal tersebut sudah ditanamkan oleh seluruh pendiri bangsa dan menjadikannya sebagai prinsip kebangsaan.
"Atas dasar prinsip tersebut, maka penyelenggaraan pemerintahan negara diletakkan atas dasar pengakuan terhadap prinsip kesetaraan warga negara," tandasnya.
Tjahjo berharap agar Jokowi tidak mudah tunduk dalam menghadapi tekanan-tekanan yang dilakukan sekelompok orang, termasuk warga Lenteng Agung sendiri, selama keputusan yang diambil mantan Wali Kota Solo itu sesuai dengan prinsip good governance dan peraturan perundang-undangan.
"Partai mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengedepankan dialog atau musyawarah dalam menyelesaikan setiap perbedaan. Partai mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus menerus membumikan Pancasila, UUD 1945 dan kebhinekaan Indonesia dalam wadah NKRI," pungkasnya.
Sebelumnya, warga Lenteng Agung berdemonstrasi menolak kebijakan Jokowi dan Ahok yang menempatkan Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung. Rupanya salah satu alasan mereka menolak Susan karena lurah cantik itu kerap menyapa dengan ucapan 'good morning'.
Ruslan, yang merupakan perwakilan RW 02 berorasi, selama Susan menjabat sebagai Lurah Lenteng Agung, ucapan salam menjadi 'selamat pagi' atau 'good morning' bukan ucapan salam layaknya mayoritas warga Lenteng Agung.
"Sekarang ucapannya good morning bukan lagi assalamualaikum," ujar dia di depan kantor Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (25/9).
Warga Lenteng juga mencari-cari kesalahan Lurah Susan. Mereka menuding Susan tak nasionalis karena tak mengibarkan bendera merah putih saat 17 Agustus. Padahal bendera di kelurahan setiap harinya selalu berkibar.(mdk/tyo)