LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Pasukan oranye ketahuan ikut kampanye Agus-Sylvi terancam dipecat

Pasukan oranye dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta diduga ikut berpolitik mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Agus Yudhoyono dan Sylviana. Nasib mereka kini terancam dapat sanksi atas tindakan itu.

2016-11-24 14:16:32
DKI Jakarta
Advertisement

Pasukan oranye dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta diduga ikut berpolitik mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Agus Yudhoyono dan Sylviana. Nasib mereka kini terancam dapat sanksi atas tindakan itu.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, menjelaskan para pasukan oranye merupakan tenaga kerja kontrak. Adapun sanksi diberikan, yakni dinonaktifkan hingga kontrak habis.

"Saya kira itu yang akan kita berika sanksi. Sanksinya enggak ringan terpaksa skorsing tanpa gaji sampai akhir kontrak," kata Sumarsono di Balai Kota, Kamis (24/11).

Menurut Sumarsono, bukti berupa foto sudah diterimanya. Dari bukti itu, terdapat 60 orang diduga berkampanye buat Agus-Sylvi. Mereka diduga terlibat itu kini tengah diperiksa pihaknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji membenarkan bahwa ada pasukannya ikut kampanye. Menurut dia, anak buahnya ikut kampanye lantaran didalangi seseorang diketahui berasal dari tim sukses Agus-Sylvi. Orang itu, kata dia, juga pernah dipecat pihaknya lantaran pernah memotong uang pasukan oranye,

"Di datengin sama mantan orang kebersihan yang udah kita pecat karena kasus motong uang PHL, dia timses nomor satu. Dia datang tiba-tiba naik alat berat saya tangannya ngacung begitu dan ada spanduknya, saya langsung lapor," kata Isnawa.

Isnawa Adji ©2016 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Advertisement

Isnawa menegaskan telah mewanti-wanti pasukannya agar tidak terlibat politik dengan membawa atribut DKI. "Kalau anda sebagai pribadi saya persilahkan karena Anda semua punya hak politik, tapi tidak boleh mengenakan atribut pemda (atribut pasukan oranye) enggak boleh pakai aset dinas, kalau ketahuan sanksinya saya pecat," tegasnya.

Baca juga:
Anas Effendi hadir kampanye Djarot, Bawaslu duga langgar kode etik
Plt Gubernur DKI bela Wali Kota Jakbar yang hadir di kampanye Djarot
Pesan Wakapolda ke PNS DKI: Kalau punya jagoan, dukung dalam hati
Plt Gubernur tegaskan ASN tak netral di Pilgub DKI disanksi berat
Ini penjelasan kenapa Wali Kota Jakbar muncul saat Djarot kampanye

Advertisement
(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.