Panwaslu cecar tim kampanye Foke soal ceramah Rhoma Irama
"Sebab, pedangdut senior ini (Rhoma) bukan tim sukses atau juru kampanye pasangan tersebut," ujar Zamakh Sari.
Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta memanggil tim kampanye pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli terkait ceramah Rhoma Irama yang diduga berbau SARA. Dalam pemeriksaan itu, tim kampanye Foke-Nara dicecar delapan pertanyaan oleh pihak Panwaslu DKI Jakarta.
"Kami sudah mengajukan beberapa pertanyaan terkait informasi dan data resmi. Tapi saya tidak mau mengungkapkannya, silakan tanya pada tim kampanye Foke-Nara. Kami juga memanggil pengurus untuk minta keterangan seputar dakwah yang dilakukan Rhoma Irama," ujar Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah saat ditemui di kantor Panwaslu DKI Jakarta, Selasa (7/8).
Dia menegaskan, nantinya hasil dari pemeriksaan tersebut, pihaknya akan menindaklanjuti untuk melakukan rekonstruksi secara keseluruhan. "Keterangan dari berbagai pihak akan disatukan terlebih dahulu, sehingga nanti baru bisa disimpulkan, bentuk pelanggaran seperti apa yang terjadi," kata dia.
Sementara itu, Ketua tim advokasi Foke-Nara, Zamakh Sari mengutarakan, Rhoma Irama bukan bagian dari tim sukses dari pasangan Foke-Nara. Menurutnya, dakwah sang Raja Dangdut tersebut tidak masuk dalam agenda tim sukses, melainkan atas kegiatan safari Ramadannya.
"Memang, kami akui Rhoma Irama merupakan salah satu artis yang mendukung saat kampanye Foke-Nara dalam putaran pertama. Tapi keterlibatannnya hanya sebatas musisi yang memeriahkan kampanye," tuturnya.
Dia juga mengungkapkan, dari delapan pertanyaan yang dikonfirmasikan oleh Panwaslu, semuanya dapat dijawab dengan informasi dan data yang akurat. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dia melihat pelanggaran kampanye berbau SARA yang dituduhkan kepada Rhoma Irama tidak ada kaitannya dengan pasangan Foke-Nara.
"Sebab, pedangdut senior ini bukan tim sukses atau juru kampanye pasangan tersebut," tandasnya.(mdk/did)