Panglima TNI ancam hukum berat prajurit pemukul polantas di Pancoran
Polres Jakarta Selatan yang menangani kasus ini mendalami dugaan para pelaku adalah anggota TNI.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan akan menindak setiap anak buahnya yang terbukti terlibat melakukan pemukulan terhadap petugas kepolisian di Pancoran, Jakarta Selatan. Tidak main-main, Gatot memastikan hukuman yang diterima akan lebih berat.
"Itu kan sedang diproses. Lihat nanti gimana proses hukumnya. Pokoknya hukumannya pasti keras tergantung salahnya," tegas Gatot di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/5).
Sebelumnya, 10 orang berbadan tegap dan berambut cepak tiba-tiba melakukan pengeroyokan kepada Brigadir Bram Karisma yang saat itu sedang mengatur lalu lintas di perempatan Mampang, Jakarta Selatan. Polres Jakarta Selatan yang menangani kasus ini mendalami dugaan para pelaku adalah anggota TNI.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan jajarannya masih mendalami motif kasus pemukulan tersebut.
"Terkait dugaan itu dilakukan oknum tentara, kita masih dalami motif, karena tidak mungkin tiba-tiba," ujar Kapolres di lokasi kejadian, Minggu (15/5).
Baca juga:
Polantas dikeroyok 10 pria berbadan tegap, banyak warga bungkam
Propam Polda bantu selidiki pengeroyokan Polantas di Mampang
Polres Jaksel dalami dugaan anggota TNI pelaku pengeroyokan Polantas
Atur lalin, Polantas dipukuli 10 orang berbadan tegap & rambut cepak
Jenderal Gatot tegaskan Kapten Eko tak salah terkait insiden di TMII