LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

PAM Jaya Ungkap Penyebab Air Tanah di Jakarta Tercemar Bakteri E Coli

Arief menambahkan, pihaknya menargetkan cakupan layanan PAM Jaya mencapai 100 persen agar seluruh rakyat dapat mendapatkan air bersih.

2022-11-14 18:30:21
Air Bersih
Advertisement

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, penyebab air tercemar bakteri E coli di wilayah Jakarta akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan. Menurutnya, hal ini mengakibatkan, lapisan tanah semakin tipis.

“Air tanahnya itu eksploitasinya berlebihan sehingga dalam lapisan tanah itu semakin tipis. Kemudian mudah korosi. Pada saat korosi, kan di rumahan itu ada septic tank dan sumur itu berdekatan. Jadi itu yang kemudian tidak ada batasan di antara septic tank dan sumur, sehingga mudah terkontaminasi air yang ada di bawah tanah, air septic tank dan air bersih,” jelasnya di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Senin (14/11).

Menurutnya, masyarakat memerlukan air pipa untuk mengatasi hal ini. Sayangnya, air pipa belum dapat menjangkau seluruh wilayah Jakarta.

Advertisement

“Ya ini harusnya pakai air pipa. Tapi kan masyarakat enggak punya pilihan, pipanya belum sampai. Makanya PRnya di saya, PAM Jaya,” jelasnya.

Untuk itu, Arief menambahkan, pihaknya menargetkan cakupan layanan PAM Jaya mencapai 100 persen agar seluruh rakyat dapat mendapatkan air bersih.

Advertisement

“(Pada) 2030, pipa sudah harus tersalurkan dan itu bisa bahasanya kita mengejar kedaulatan rakyat,” terangnya.

Sebelumnya, Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengungkapkan air di Jakarta tercemar dengan bakteri Escherichia coli atau E.coli. Menurut Ida, kadar E.coli di Jakarta telah melebihi batas normal di angka 2.000.

“Air tanah itu dia (Jakarta) punya bakterinya luar biasa. Bakteri E.coli maksimal di angka 2.000. Di Jakarta, terutama Jakarta Utara, 50.000 lho hasil labnya,” kata Ida seperti yang dikutip pada Kamis (29/9).

Ida mengatakan, pencemaran ini dapat menyebabkan stunting bagi anak-anak sehingga ia meminta perhatian lebih kepada pemimpin Jakarta.

“Tercemar. Nah ini yang memang menurut saya, siapa pun gubernurnya, Pj-nya, harusnya salah satu concern kita adalah di sana. Karena dampak daripada bakteri E.coli yang tinggi, ini kepada anak-anak kita, salah satunya adalahl stunting,” tambah Ida.

Berdasarkan pernyataan Ida, pencemaran ini disebabkan karena pengambilan air tanah yang dekat dengan septic tank. Selain itu, terdapat 13 sungai yang alirannya terhambat.

“Bukan air PDAM, air tanah. Terutama yang padat penduduk di Jakarta, antara septic tank dengan pengambilan air tanah ini jaraknya lumayan dekat. Nah, ini yang memang (menjadi) salah satu penyebabnya (E.coli di air tanah). Kemudian, terkait 13 aliran sungai yang memang tidak bisa berjalan dengan baik alirannya, ini berdampak kepada air tanah yang dikonsumsi oleh masyarakat,” jelas Ida.

Lebih lanjut, Ida menyarankan pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk mengatur jelas tentang jarak septic tank dengan air tanah juga tentang pipanisasi.

“Gini, ini kan salah satu penyebabnya adalah limbah. Limbah ini terutama limbah penduduk, septic tank. Antara orang ngambil air tanah dengan septic tank ini terlalu berdekatan, itu yang menyebabkan bakterinya terlalu tinggi. Iya (harus ada aturan jelas soal jarak septic tank dengan sumber air tanah). Sebelum membuat peraturan itu, harusnya kita perhatikan betul apakah kita wajib untuk sesegera mungkin membuat saluran pipanisasi,” tutup Ida.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.