Nini, Pengusaha Catering Buka Donasi Paket Makanan Gratis untuk Berbuka Puasa
Jadi inisiatifnya ini, sebagai wadah bagi para donasi yang ingin menyedekahkan sedikit rejekinya saling berbagi ke sesama yang membutuhkan bantuan dan yang mungkin lebih susah dalam mencari nafkah.
Setiap siang memasuki awal Ramadan, Nini (54) salah satu pengusaha catering rumahan di Kota Bekasi sudah mulai sibuk mengolah bahan makanan untuk 100 porsi yang nantinya akan dibagikan ke orang yang membutuhkan.
Alasannya, karena rasa sedihnya atas pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia telah memberikan dampak kesulitan bagi mayoritas masyarakat. Termasuk dirinya yang sudah mulai sepi pesanan catering makanan semenjak wabah virus corona.
Namun, Nini tidak hanya bisa diam pasrah merasakan keadaan sulitnya masyarakat, termasuk dirinya yang mengalami kondisi serupa. Apalagi saat bulan Ramadan masih ada sejumlah orang kesulitan untuk sekedar menyantap buka puasa.
Oleh sebab itu, dia menginisiasi usaha cateringnya untuk membuka donasi bagi siapa pun yang ingin bersedekah berapa pun dan apapun bentuknya untuk saling membantu kepada orang membutuhkan.
"Saya lakukan buka donasi karena pandemi Covid-19 dan apalagi saat bulan Ramadan kayanya makin banyak yang membutuhkan bantuan untuk sekedar buka puasa. Khususnya para pekerja harian, seperti ojol, kuli tukang becak, supir angkot yang merasakan dampak virus corona deh," tutur Nini saat dihubungi merdeka.com, Selasa (28/4).
Jadi inisiatifnya ini, sebagai wadah bagi para donasi yang ingin menyedekahkan sedikit rejekinya saling berbagi ke sesama yang membutuhkan bantuan dan yang mungkin lebih susah dalam mencari nafkah.
Nini mengungkapkan, rasa senangnya ternyata inisiatif sodakoh makanan catering ini disambut baik masyarakat. Hingga ada yang berniat untuk menjadi donatur tetap berdonasi bantuan untuk 100 boks nasi yang dimasaknya.
"Iya untuk sebelumnya udah buka nasi boks juga, pas momentum Ramadan ini kita manfaatkan keahlian kita memasak untuk para donatur yang mau menyumbang makanan. Alhamdulillah disambut baik dan para donatur bertambah terus dan ada yang rutin juga," tuturnya.
Nini mengatakan, berapapun donasi yang didapatkannya dia tetap akan menyediakan 100 nasi boks untuk dibagikan. Namun, jika hasil donasinya melebihi maka akan ditambah ke total jumlah nasi.
"Tapi untuk pembagian perharinya kita usahakan 100 boks per hari. Walau donasinya tidak cukup, tetap kita jalani show must go on aja kalau kata anak muda mah," ungkapnya.
Untuk nasi boksnya, biasanya Nini menyiapkan makanan dengan beragam lauk untuk disajikan setiap harinya. Dalam satu boks lauk bervariasi seperti paket orek tempe, telor balado lengkap dengan bihun gorengnya maupun menu-menu yang lain.
Prosesnya, Nini mengatakan dia bersama anaknya membagi tugas dalam melakukan kegiatan ini. Dia yang memasak makanan dan tugas anaknya lah yang membagikan makanan ke orang-orang sesudah adzan Ashar.
"Emang 100 boks kalo dibawa make motor anak saya itu sulit banget ya. Palingan saya minta tolong temen-temen anak saya untuk ikut bantuin bawain bagiin makanan. Lumayan ada bantuan dari temen-temennya ikut bantu jadi sekarang lebih mudah," tutur Nini.
"Dari awal Ramadan pembagian makanan ini udah ke daerah sekitaran Jatiwarna, Kampung Sawah, Pasar Kecapi, Pondok Dede. Nantinya akan pindah-pindah tempat," sambungnya.
Lebih jauh, Nini mengharapkan, semoga lebih banyak lagi orang-orang yang peduli terhadap sesama, karena memang sudah banyak dan semakin banyak lagi yang suka bagi-bagi makanan terlebih memasuki bulan Ramadan.
"Semoga lebih banyak aja yang berpatisipasi biar banyak masyarakat yang merasa terbantu dari donasi-donasi paket nasi boks ini," ujarnya.
(mdk/rhm)