Ngelamar jadi sopir GO-JEK, pria ini punya cita-cita pergi umroh
Besarnya penghasil para sopir GO-JEK menjadi alasan ribuan pelamar mengajukan lamaran kerjanya.
Ribuan pelamar GO-JEK memadati parkiran gedung basket Senayan. Terbatasnya kapasitas gedung membuat panitia kewalahan dan membagi dua gelombang pendaftaran.
"Hari ini ada sekitar 4 ribu pendaftar Go-Jek. Mereka yang sudah dapat SMS dari Go-Jek bisa langsung masuk ke gedung ini dan mengambil perlengkapan seperti helm, jaket dan handphone," kata salah satu panitia di gedung basket Senayan, Jakarta, Rabu (13/8).
"Ngelamar jadi pegawai Go-Jek tidak ada biaya sepeserpun. Tidak ada titip menitip, tidak ada nepotisme," imbuhnya.
Para pelamar ini bermacam latar belakang profesi mulai dari pekerja serabutan sampai sarjana. Salah satu pelamar Go-Jek, Tugiyo (45) mengaku tertarik beralih profesi dari pekerja proyek menjadi pengemudi Go-Jek, alasannya penghasilan yang terbilang cukup besar.
"Saya itung-itung penghasilan Go-Jek lebih besar daripada kerjaan saya jadi pekerja proyek," ucapnya.
"Dari Go-Jek juga beberapa bulan bisa buat pergi umroh. Ya sudah saya coba ngelamar di Go-Jek," paparnya.
Syarat melamar dan jadi pegawai Go-Jek cukup mudah, dengan bekal fotokopi KTP, SIM, STNK, dan KK. Untuk jaminannya pilih salah satu, akte kelahiran, akte nikah, ijazah asli (kalau punya), KK.
Profesi Go-Jek ini tidak mewajibkan syarat pendidikan dan syarat tertentu seperti pada perusahaan umumnya.
Baca juga:
Kesal ulah ojek pangkalan, penghuni Kalibata City bikin petisi
Ini 7 syarat jika GO-JEK, GrabBike dan Uber ingin jadi usaha legal
Persaingan panas GO-JEK vs GrabBike, berujung sentimen RI-Malaysia
Cerita di balik promo GO-JEK Rp 10.000 dan Rp 5.000 ala GrabBike
Bos GO-JEK: Saya akan tarik driver GrabBike beralih ke GO-JEK
Nadiem tegaskan GO-JEK buatan anak bangsa, GrabBike dari Malaysia