Nestapa pedagang korban kebakaran Pasar Senen
Nestapa pedagang korban kebakaran Pasar Senen. Harun (42) bersama istrinya Siti (37), duduk lesu sambil memandangi barang dagangan yang bisa diselamatkan seadanya. Mereka tiba di Pasar Senen pukul 04.30 WIB, setelah mendapat kabar terjadi kebakaran di tempat ia biasa mencari nafkah.
Harun (42) bersama istrinya Siti (37), duduk lesu sambil memandangi barang dagangan yang bisa diselamatkan seadanya. Mereka tiba di Pasar Senen pukul 04.30 WIB, setelah mendapat kabar terjadi kebakaran di tempat ia biasa mencari nafkah.
"Saya langsung ke sini nyelametin barang di kios di lantai dua dibantu temen-temen yang lain dilempar-lemparin," kata Harun ditemui di pelataran Pasar Senen, Kamis (19/1).
Saat ia tiba di pasar, Harun mengatakan, situasi lantai 3 sudah dipenuhi oleh api. Beruntung barang dagangannya masih ada yang bisa diselamatkan.
"Alhamdulillah barang dagangan saya 85 persen masih bisa diselamatkan," ungkap Harun.
Pria yang sehari-harinya berjualan baju ini menyatakan telah empat kali menjadi korban kebakaran di Pasar Senen. "Tiap terjadi kebakaran enggak pernah dapat ganti rugi sepeser pun. Padahal udah dijanjiin, udah protes juga tetap enggak dapat," keluhnya.
Harun dan pedagang lainnya curiga ada unsur kesengajaan dalam insiden kebakaran. Akibat kebakaran ini, Harun bersama pedagang lainnya sementara waktu tidak akan berjualan dan istirahat saja di rumah.
"Ini ada sabotase. Sudah biasa pasar kebakaran," ujarnya.
Api yang melalap Pasar Senin sejak subuh menjelang siang belum juga padam. 50 mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkam api.
Baca juga:
Pedagang curiga damkar mondar mandir sebelum Pasar Senen terbakar
Suasana kepanikan saat kebakaran hebat melanda Pasar Senen
4 Kios di Depok kebakaran, pemilik rugi ratusan juta
Kebakaran di Pasar Senen, lalu lintas di sekitar lokasi macet
Banyak dagangan mudah terbakar, api di Pasar Senen sulit dipadamkan
5 Jam kebakaran Pasar Senen tak padam, mobil damkar belum ditambah
Pemadaman api di Pasar Senen mentok di lantai dua