Mulai Beroperasi, Ini Rute Perjalanan Bus AKAP dari Terminal Pulogebang
Dia menyebut sebanyak tujuh orang telah melakukan perjalanan menggunakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) pada hari ini. Mereka melakukan perjalanan dari Terminal Pulogebang ke sejumlah wilayah di Jawa Timur.
Kasatpel Operasional dan Kemitraan Terminal Terpadu Pulo Gebang, Afif Muhroji menyatakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) hanya melayani sejumlah rute perjalanan saja. Sejumlah kota tujuan di Sumatera dan Jawa itu sudah berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Rute ke Sumatera hanya ke Bengkulu, Padang dan Palembang, "katanya saat dihubungi, Senin (11/5).
Sementara itu untuk di Pulau Jawa ada rute ke Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Purwokerto, Semarang, Solo, Yogyakarta, Ngawi, Surabaya, dan Malang.
Dia menyebut sebanyak tujuh orang telah melakukan perjalanan menggunakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) pada hari ini. Mereka melakukan perjalanan dari Terminal Pulogebang ke sejumlah wilayah di Jawa Timur.
"Update data sampai dengan pukul 12.00 WIB keberangkatan penumpang tujuh orang dengan PO Lorena tujuan Surabaya dan Malang," ujarnya.
Afif mengungkapkan, tujuh orang itu terdiri dari dua orang melakukan perjalanan dinas dan sisanya yaitu tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Dia menjelaskan semua penumpang tersebut telah melengkapi dokumen atau persyaratan yang telah ditentukan sebelum melakukan perjalanan.
"Kita periksa dokumen kelengkapan dulu. Kalau memenuhi syarat baru bisa beli tiket, kalau tidak memenuhi syarat ditolak," tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya tetep melarang masyarakat untuk mudik di kampung halaman selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Dia menyebut operasional bus antarkota antarprovinsi (AKAP) hanya untuk memfasilitasi pergerakan kegiatan yang dikecualikan selama PSBB. Untuk operasionalnya hanya dilakukan di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur.
"Ada 68 perusahaan otobus dengan 300 armada yang akan dioperasikan," kata Syafrin saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (10/5/2020).
Dia menyebut puluhan perusahaan otobus yang beroperasi itu telah mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Rencananya ratusan bus itu melayani penumpang dengan kriteria khusus ke Sumatera dan Jawa.
"Jam operasionalnya untuk sementara itu pukul 06.00-18.00 WIB. Untuk tujuannya berdasarkan yang telah ditunjuk oleh Kemenhub," ucapnya.
Selain itu, dia menyebut pengawasan pengoperasian itu dilakukan dengan ketat, yakni dengan adanya daftar penumpang. Sehingga mempermudah pihak kepolisian saat melakukan pemeriksaan di titik chek poin.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com