Mobil Balap Formula E Gen3 akan Dipamerkan di SCBD 28 Mei
Nantinya, mobil tersebut akan mengaspal dari SCBD sampai Bundaran HI. Namun, ia tidak merinci waktu pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ajang balap mobil listrik Formula E 2023 di Jakarta akan menggunakan teknologi baru. Nantinya, mobil balap yang digunakan dari generasi tiga memiliki performa lebih tinggi dan ketahanan energi lebih lama.
Advisor Formula E Jakarta Irawan Sucahyono mengatakan, mobil generasi tiga itu baru pertama kali digunakan di Ibu Kota pada Juni mendatang. Meski demikian, ia akan menunjukkan mobil tersebut pada 28 Mei mendatang.
“Yang generasi tiga, itu baru tahun ini dipakai. Ini jauh beda (dengan generasi dua) baik aerodinamis, teknologi, dan semua komponennya. Ini belum dipamerkan tapi nanti kita unboxing langsung kita akan ada di tanggal 28,” kata Irawan di Jakarta Utara, Kamis (18/7).
Nantinya, mobil tersebut akan mengaspal dari SCBD sampai Bundaran HI. Namun, ia tidak merinci waktu pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kita akan langsung masuk ke jalan raya di SCBD (sampai) Bundaran HI. Kita akan jalan di situ Gen3,” tambah Pengurus Senior Ikatan Motor Indonesia (IMI) itu.
Sebagai informasi, mobil generasi tiga disebut memiliki performa yang lebih tinggi. Power maksimal mobil tersebut mencapai 350Kw/470bhp. Kemudian, mobil Gen 3 60 kg lebih ringan dibanding mobil generasi kedua. Bahkan, mobil ini lebih cepat dengan top speed mencapai 200 mph.
Spesifikasi Mobil Gen3
Irawan menjelaskan, mobil Gen3 memiliki performa lebih tinggi dengan power maksimal mencapai 350 kilowatt (Kw). Padahal, mobil Gen2 hanya memiliki power sekitar 250 Kw.
“Powernya yang tadinya adalah sekitar 250 Kw sekarang sudah meningkat jadi 300 lebih,” ujar Irawan.
Kemudian, dari segi kecepatan, speed mobil Gen3 sudah mencapai 320 km per jam.
“Speed-nya dari 270 sekarang sudah 320. Sudah menyamakan Formula 1 ya,” tambah Pengurus Senior Ikatan Motor Indonesia (IMI) itu.
Tak hanya itu, teknologi regem juga semakin matang di Gen3 ini. Adapun regen adalah pengisian daya yang dilakukan ketika mobil sedang mengerem.
“Ada regen. Pada saat mobil itu ngerem, dia akan nambah baterai. Nah teknologi-teknologi ini yang memang tidak diketahui oleh masyarakat. Sebetulnya, penuh dengan teknologi di dalam Formula E,” pungkas Irawan.
Formula E Dikritik
Irawan mengungkapkan, penyelenggaraan ajang balap mobil listrik Formula E akan menjadi masa depan balap mobil F1. Sebab, Formula E menggunakan sumber energi yang lebih ramah lingkungan dari bahan bakar fosil.
“Formula E ini adalah masa depannya Formula 1. Kita tahu bahwa Formula 1 ini memakai tenaga bensin tetapi saat ini sudah ada pembicaraan yang sangat intensif akan menjadi listrik juga,” kata Irawan.
Meskipun demikian, kata Irawan, penggunaan mobil listrik dalam ajang balap kerap mendapatkan kritik. Namun, penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan tetap akan menjadi alasan kuat Formula 1 menggunakan kendaraan listrik.
“Memang banyak sekali kritikan-kritikan orang tentang tidak ada suaranya (mobil) dan lain-lain. Nah ini yang kritik ini adalah orang yang tradisional seperti saya ya, seperti saya nonton balap harus berisik. Tapi itu adalah orang kuno,” ujar Irawan.
“Generasi yang sekarang semua menganggap elektrik yang tidak bersuara ini lah harusnya yang yang akan terjadi. Bukan seperti zaman kuno yang berisik, yang polusi dan lain-lain sehingga di Formula E ini ya,” tambahnya.
Maka dari itu, Irawan menegaskan bahwa Formula E akan menjadi masa depan dari ajang balap mobil. “Formula 1 akan jadi listrik dalam waktu dekat dan saat ini Formula E ini lah yang saat ini dianggap sebagai masa depannya balap mobil,” pungkas Irawan.
Lebih lanjut, Irawan juga mengungkapkan bahwa Formula E 2023 di Jakarta nanti akan ada audit jejak karbon (carbon footprint) untuk menghitung jumlah total karbon dioksida (CO2) dan gas rumah kaca lainnya (GRK) yang dihasilkan dari balap mobil tersebut.
“Event di Jakarta ini akan ada pengukuran atau audit tentang karbon footprint. Ini terjadi di mana-mana termasuk di Formula 1, harus menjadi bersih. Tetapi Formula E ini, saat ini, di dunia, menjadi olahraga balap yang paling bersih lingkungan,” kata Irawan.
(mdk/tin)