Menyusuri Calon Sirkuit Formula E di Ancol, di Mana Titik Start dan Finish?
Panjang lintasan Formula E lebih kurang 2,4 kilometer untuk satu putaran. Detailnya, memiliki lebar lintasan 12 meter, 18 tikungan dan 600 meter lintasan lurus. Track ini mirip Kuda Lumping.
Gelaran Formula E di Jakarta tinggal hitungan bulan. Jika tak ada perubahan, balap mobil listrik itu akan dilangsungkan pada 4 Juni 2022. Jadwal tersebut mengacu kalender sementara season 8 tahun 2021/22, dari 16 seri balapan.
Semakin mendekati waktu pelaksanaan, setiap perkembangan persiapan Formula E kian dinanti. Apalagi setelah diumumkannya kawasan wisata Ancol menjadi lokasi pelaksanaan.
"Kami telah menentukan balapan Formula E seri Jakarta yang akan kita gelar di Sirkuit Ancol," kata Ketua Pelaksana Formula E, Ahmad Sahroni, pada Rabu (22/12) silam.
PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku promotor gelaran balapan tersebut juga mengumumkan titik yang akan dipakai sebagai lintasan. Antara lain, sepanjang pantai Karnaval Ancol, mengelilingi Mal Ancol Beach City (ABC), kemudian melintas di area lahan kosong yang berada di di sisi selatan Restoran Jimbaran, Ancol.
Panjang lintasan area tersebut diperkirakan 2,4 kilometer untuk satu putaran. Detailnya, memiliki lebar lintasan 12 meter, 18 tikungan dan 600 meter lintasan lurus. Track ini mirip Kuda Lumping.
Merdeka.com pada Rabu (29/12) mencoba menelusuri persiapan yang sudah dilakukan penyelenggara di kawasan wisata Ancol. Mengingat waktu yang sangat singkat, harusnya pembangunan infrastruktur sudah dimulai.
Berdasarkan denah sirkuit yang diterima merdeka.com, tergambarkan titik start/finish ada di tanah kosong sebelah Mal ABC. Di area itu masih terlihat jejeran patok kayu berwarna merah dan kuning sebagai penanda trek lintasan. Belum ada pengerjaan apa-apa di sana.
Ada pula patok merah dicoret "L/R" dengan kode nomor yang sama. Patok saling berhadapan antara dua sisi turut membentuk lebar lintasan. Kemudian patok warna kuning bertuliskan "RO" berada di setiap tikungan, selayaknya lintasan run-off, berupa lintasan pengaman ketika pembalap terpaksa keluar jalur.
Pada titik yang bakal dijadikan lintasan start/finish itu terpasang patok merah yang membentang lurus hingga ke area parkir kendaraan yang menjadi titik tikungan pertama sebelum perputaran Bende Ancol atau Gong Raksasa.
Pada lokasi itu, nantinya para pembalap akan mengitari area parkiran conblock. Kemudian melintas area wisata Teluk Jakarta sampai sepanjang bangunan bagian depan Mall ABC. Suasana teduh karena banyak pepohonan. Sayangnya membuat pandangan mata ke tepi pantai Ancol terhalang.
Setelah melewati Mall ABC, pembalap nantinya akan menuju area tanah kosong yang berada di sisi selatan restoran Jimbaran Ancol dan Segarra Ancol. Di tanah lapang yang masih dipenuhi rumput ilalang dan gundukan tanah, pembalap bakal disuguhkan pemandangan stadion Jakarta International Stadium (JIS) dari kejauhan.
Melewati tanah lapang itu di depan area restoran, pembalap akan melaju ke lokasi bekas tanah rawa yang dahulu tempat pembuangan lumpur Ancol Timur.
"Saya tahu ini bekas buangan lumpur (area lokasi sirkuit), dulu ini pembuangan lumpur dari kali dan dari pembangunan MRT di sini buang lumpurnya," kata Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga saat lakukan tinjau lokasi sirkuit di Ancol.
Sekeliling lahan dibatasi tembok dengan tinggi lebih kurang tiga meter. Tekstur tanah juga belum padat, masih terlihat genangan air.
Meski sempat diragukan karena riwayat lokasi tersebut, Direktur JakPro, Gunung Kartiko memastikan pihaknya akan mengatasi masalah itu dengan memadatkan area tersebut dan membersihkannya.
"Memang ada kayak bekas-bekas buangan endapan-endapan itu, itu sudah kita bersihkan. Jadi kalau kita lihat memang ini sudah agak padat. Tadinya ini ada gundukan-gundukan yang sudah kita (bersihkan)," kata Gunung pada kesempatan yang sama.
Setelah melewati area itu, nantinya pebalap akan memacu mobilnya kembali ke lintasan tanah kosong depan resto Jimbaran Ancol, untuk kemudian memutar ke arah selatan menghadap Stadion JIS untuk kemudian menempuh tikungan terakhir menuju garis finish.
Meski sudah tergambar calon sirkuit Formula E, tetapi belum ada pengerjaan apapun. Belum ada alat berat. Bahkan banyak rumput liar dan gundukan tanah bercampur sampah belum dibersihkan dari lahan kosong itu.
Pihak Jakpro mengaku tender proyek kontraktor akan dimulai awal Januari. Adapun masa kerjanya lebih kurang 3 bulan. Setelahnya, tim dari FEO sebagai penyelenggara resmi akan datang untuk melakukan homologasi.
"Tiga bulan itu adalah dari sejak kita penunjukan kontraktor sampai ini selesai ditargetkan 3 bulan. Kontraktor akan kita tenderkan mulai Januari besok," jelasnya.
Untuk lokasi detil sarana dan prasarana sirkuit seperti tribun penonton, titik pit-stop, hingga venue lainnya. Gunung berjanji pihaknya segera menyampaikan dalam waktu dekat.
"Ada sih sebenarnya ininya (denah lengkap sirkuit), jadi kalau mau lihat tunggulah beberapa minggu ke depan. Jadi ini akan mulai, dan saat ini memang baru patok-patok ini. Jadi memang kalau dilihat masih ini banget (belum tertata)," tegas Gunung.