Menteri Basuki: Pintu Tiket JIS akan Dibongkar agar Bus Bisa Masuk
Salah satunya pintu masuk JIS. Pintu dibongkar sebab yang sebelumnya, terlalu kecil sehingga bus besar tidak mendapatkan akses masuk.
Renovasi Jakarta Internasional Stadium (JIS) akan segera dimulai. Terdapat beberapa lokasi yang menjadi sasaran renovasi.
Salah satunya pintu masuk JIS. Pintu dibongkar sebab yang sebelumnya, terlalu kecil sehingga bus besar tidak mendapatkan akses masuk.
"Akses bus yang nantinya akan dipakai untuk bus besar para pemain dan offisial. Kondisi sekarang, bus tidak bisa masuk sini karena di sana pintu itu akan dibongkar supaya bus bisa masuk," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljoyo kepada wartawan di JIS, Jakarta, Selasa (4/7).
Ia mengungkap kondisi pintu di JIS saat ini bus besar tidak mendapatkan akses masuk karena terdapat loket tiket.
"Jadi mohon maaf kalau kondisi sekarang bus tidak bisa masuk, nanti pemain masuk kesini, lift diblok untuk para pemain, bus besar," kata Basuki.
"Kalau kondisi sekarang bisa tidak bisa masuk karena ada pintu tiket di sana yang nanti harus dilebarkan atau dibongkar, saya kira itu hanya hal kecil saja," sambungnya.
Basuki membeberkan proses renovasi yang akan dilakukan nantinya. Yakni, meruntuhkan gerbang, pembangunan jembatan.
"Prosesnya disebutkan ada peruntuhan gerbang, pembangunan jembata, tapi kita kan masih jadi kandidat salah satunya," tuturnya.
Sebelumnya, Basuki Hadimuljono menyoroti Jakarta International Stadium (JIS) yang hanya memiliki satu akses masuk. Menurut Basuki, akses yang hanya satu tersebut berbahaya dari sisi keamanan.
"Kemudian akses ke stadion, yang ada eksisting sekarang hanya satu. Menurut saya, ini bahaya ya, security-nya, apalagi di lingkungan penduduk," katanya.
Maka dari itu, tambah Basuki, akses masuk JIS akan ditambah sebanyak lima buah berupa jembatan penyebrangan, akses kereta api, dan ramp dari tol Pearl Harbour II.
"Jadi akan ditambah lima akses lagi, baik jembatan-jembatan penyeberangan karena kemarin pengalaman Jakmania, banyak yang parkir di Ancol dan kalau mau ke sini harus mutar. Jadi akan kita bangunkan jembatan supaya lebih cepat," tambah Basuki.
"Kemudian untuk stasiun kereta api kalau dari stasiun, akan dibawa ke sini. Rampnya untuk tol, Jasa Marga kita akan percepat selesai agar bisa jadi akses lagi," sambungnya.
Nantinya, pembangunan ini akan ditanggung oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, Pemprov DKI, hingga pihak swasta.
Oleh karena itu, ia berharap perbaikan ini bisa memenuhi syarat jika FIFA telah datang memeriksa JIS.
"Semua keroyokan, ada yang dikerjakan Pak Gubernur DKI, ada yg dikerjakan PUPR ada yang dikerjakan KAI, Jasamarga. Semua keroyokan. Kalau nanti diperiksa FIFA, bisa InsyaAllah memenuhi syarat untuk bisa dipakai. Sayang kalau stadion sudah begini nggak memenuhi syarat. Sangat disayangkan," ucap Basuki.