LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Menjajal rute perdana OK Otrip ala Anies-Sandi, efektifkah?

program itu resmi diujicoba Dinas Perhubungan DKI Jakarta mulai Senin (15/1). OK Otrip sudah bisa dinikmati warga Jakarta. Namun, baru satu rute. Belum semuanya. Untuk tahap pertama, dipilih rute Duren Sawit - Kampung Melayu.

2018-01-17 06:32:00
OK OTRIP
Advertisement

Di masa kampanye lalu, salah satu program Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam menata transportasi Jakarta dengan menerapkan satu tarif untuk sejumlah perjalanan. Program itu dikenal dengan OK Otrip yang sistem kerjanya menggunakan kartu.

Sempat tertunda, akhirnya program itu resmi diujicoba Dinas Perhubungan DKI Jakarta mulai Senin (15/1). OK Otrip sudah bisa dinikmati warga Jakarta. Namun, baru satu rute. Belum semuanya.

Untuk tahap pertama, dipilih rute Duren Sawit - Kampung Melayu. Dengan program ini, dua moda transportasi yakni angkutan kota (angkot) dan bus rapid transit (BRT) Transjakarta akan dibuat satu kali pembayaran.

Advertisement

merdeka.com coba menjajal seefektif apa program OK Otrip yang diterapkan Anies-Sandi.

Untuk mempermudah warga Jakarta, angkot M03 yang melayani OK Otrip akan diberi tanda dengan stiker yang ditempel. Dikarenakan masih uji coba, jumlah armadanya memang belum banyak.

Advertisement

Angkot OK Otrip bisa ditemui di terminal Kampung Melayu. Para sopir siap mengantarkan penumpang tujuan Duren Sawit. Bagi yang ingin naik, jangan lupa. Anda harus memiliki kartu OK Otrip yang bisa didapatkan di Halte Transjakarta terdekat. Harga Rp 40 ribu dengan saldo Rp 20 ribu.

"Ok Otrip harganya Rp 40 ribu dan saldonya Rp 20 ribu. Kartunya bisa digunakan naik angkot dan naik TransJakarta," kata Sri, salah satu petugas di Halte TransJakarta Kampung Melayu ketika ditemui merdeka.com, Selasa (16/1).

Setelah membeli kartu, penumpang harus menempelkan kartu Ok Otrip ke mesin tap yang berada di dashboard sopir angkot dan tunggu sampai lampu pada mesin berwarna hijau.

Angkot tersebut tidak perlu menunggu lama untuk mencari penumpang dan menunggu mobil penuh. Tepat pukul 10.00 Wib, angkot meluncur ke arah Duren Sawit.

Serupa Transjakarta, angkot ini hanya berhenti di titik pemberhentian yang telah ditentukan. Seperti Jalan Cipinang Indah I, Jalan Kebon Nanas Cipinang Indah II, Pasar Inpres SMPN 51, Jalan Pahlawan Revolusi, Jalan Arafuru, dan terakhir di Kecamatan Duren Sawit.

Titik itu dipergunakan untuk naik dan turun penumpang. Sehingga angkot tidak bisa berhenti sembarangan.

Agar tidak membingungkan warga dan sopir angkot yang masih beradaptasi, di titik pemberhentian akan ditandai dengan papan pemberitahuan berlogo bus, satu papan bertuliskan 'OK Otrip' dan nama tempat pemberhentian.

Angkot tiba di kawasan Pasar Raya Pondok Bambu pukul 10.30 WIB. Lalu lintas sedikit macet.

Rute yang diambil angkot OK Otrip berbeda dengan rute angkot pada umumnya. Sebab jalan yang dilalui harus dapat meminimalisir kemacetan.

Menurut Hadi, sopir angkot OK Otrip, rute M03 harusnya hanya sampai Kompleks Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

"Iya rutenya beda. Karena memang biar enggak macet aja. Dan penumpang juga enggak bisa asal main turun," ungkap Hadi.

Siti, salah satu penumpang mengaku sudah dua kali menjajal angkot OK Otrip dari Kampung Melayu menuju rumahnya Jl Kebon Nanas. Dia merasa sangat terbantu. Sebab, biaya angkot lebih murah karena dengan Rp 3.500 tarif itu berlaku untuk tiga jam ke depan. Selain itu, titik pemberhentian juga dekat rumahnya.

"Kalau mau pulang ke rumah dari Terminal Kampung Melayu turun di Jalan Kebon Nanas dekat," kata Siti sambil tersenyum.

Dia memperkirakan, waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke rumahnya lebih kurang 30 menit. "Biasanya kalau dari Kampung Melayu naik angkot ke Jalan Kebon Nanas bisa Rp 3.000 lebih. Jadi ini lebih hemat dan murah. Kalau ditap waktu itu cuma Rp 1.500. Biasanya Rp 3.000 atau Rp 2.000. Apalagi sekarang juga kan masih gratis selama 3 bulan. Tapi kalau sudah enggak 3 bulan tetap murah," kata Siti.

Dia berharap program tersebut bisa berjalan terus dan semakin banyak angkot yang melayani rute OK Otrip.

Tidak sampai 1 jam, angkot sampai di titik pemberhentian di Duren Sawit pada pukul 10.43 WIB. Sebelum meninggalkan angkot, penumpang wajib menempelkan kembali kartu OK Otrip pada mesin tap untuk menunjukkan tarif perjalanannya dan sisa saldo dalam kartu.

Baca juga:
Uji coba mikrolet OK Otrip rute Kampung Melayu-Duren Sawit
Cara Anies-Sandi menata transportasi Jakarta dalam 100 hari kerja
OK Otrip mulai diujicoba, pertama kali rute Duren Sawit-Kampung Melayu

Anies sebut barang yang terbakar di Museum Bahari tak ternilai harganya
Sandiaga minta warga jaga fasilitas di Stadion GBK: Jangan seenaknya
Pemprov DKI akan bentuk tim dalami runtuhnya mezanin di Gedung BEI

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.