Menengok kali Jati Padang, yang tak lagi bau sampah
Meski bersih-bersih aliran sungai telah dilakukan, namun potensi banjir tetap ada karena hujan kiriman dari Bogor.
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji, beberapa waktu lalu memposting kondisi sejumlah kali yang terlihat lebih bersih dari sebelumnya. Hari ini, merdeka.com coba mendatangi salah satu dari sejumlah kali yang diklaim Isnawa sudah bersih dari sampah dan airnya mengalir.
Saat melintas di komplek Jati Padang Baru, Pasar Minggu Jakarta Selatan, aliran air di kali tersebut sudah lancar. Namun, di kali lainnya yang lokasinya tak jauh, terlihat masih ada tumpukan sampah rumah tangga.
Seorang satpam penjaga komplek Jati Padang Baru menuturkan, biasanya ada pasukan PPSU yang datang membersihkan kali. Pasukan berseragam orange itu datang mengangkut sampah yang ada di kali. Mulai dari menggunakan bambu dan alat-alat kebersihan lainnya.
"Biasanya ada petugas yang datang buat membersihkan kalau ada sampah-sampah di kali. Biasanya pakai bambu dia ngangkat sampahnya. Adalah 3 sampai 4 orang yang ngebersihinnya," cerita Edi saat berbincang dengan merdeka.com, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (17/5).
Sebagai petugas keamanan yang setiap hari berada di kompleks tersebut, Edi mengatakan, pasukan orange yang membersihkan kali berbeda dengan petugas yang membersihkan got meskipun masih sama-sama memakai seragam oranye.
"Kalau yang bersih-bersih saluran air pasukan orenye dari kelurahan. Kalau yang bersih-bersih kali itu enggak tahu dari mana tapi masih pakai baju orenye," kata Edi.
Edi mengaku, sangat terbantu dengan adanya petugas PPSU. Sebab, jika menunggu inisiatif warga dalam kegiatan kerja bakti pasti akan sulit. Kalaupun ada jadwal kerja bakti, tidak semua warga turun tangan membersihkan lingkungannya sendiri.
"Kali bersih karena yang bersihin itu petugas. Kalau warga paling kerja bakti, itu juga kan enggak semua turun yang mau sama ada waktu aja," ujar Edi.
Meski bersih-bersih aliran sungai telah dilakukan, namun potensi banjir tetap ada. Terakhir, pada bulan April lalu, kompleks yang dijaganya ikut terendam hingga 50 cm. Selain karena hujan, air bah itu datang dari Kebagusan dan sekitaran Bogor.
"Masih ada. Kemarin bulan April terakhir banjir setengah meter. Itu banjir kiriman dari Kebagusan, Bogor sana," kata Edi.
Tak hanya air sungai, berbagai macam sampah juga ikut hanyut terbawa aliran sungai yang meluap. Mulai dari sampah rumah tangga, kayu-kayu sampai kasur ikut hanyut.
"Ya kalau banjir itu banyak sampahnya. Ada kasur, ada banyak macam-macam. Kadang kan ada warga yang malas buang sampah, pas banjir ikut dihanyutin," ujar Edi.
Aliran kali di sekitar Jalan Pejaten Raya juga tampak mengalir lancar. Meski tampak bersih, masih ada beberapa sampah bungkusan plastik yang ikut hanyut terbawa aliran air. Selain itu, ada juga sampah dedauan.
Dari hasil penelusuran yang dilakukan, saat ini memang kondisi beberapa kali tampak jauh lebih baik. Bau menyengat dari kali pun sudah tidak ada. Tak hanya di kali, saluran-saluran air rumah warga pun tampak bersih dan airnya mengalir lancar.
Baca juga:
Akhir Mei ini, hunian liar di bantaran Ciliwung ditertibkan Ahok
Blusukan ke Ciliwung, Ahok sebut Jakarta Timur tak boleh banjir
Warga Sukmajaya Depok sering temukan mayat tak dikenal di Ciliwung
JPO Sungai Ciliwung di Pasar Rumput rampung seminggu lagi
Normalisasi Ciliwung, petugas mulai ukur lahan di Kebon Manggis
Keseruan melompat ke Sungai Ciliwung
Ahok akan normalisasi kawasan Berlan secepatnya