Menebak kesalahan para kepala dinas yang dicopot Jokowi
Kemarin, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan rotasi besar-besaran di lingkungan pejabat Pemprov DKI.
Rabu (12/2) kemarin, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) melakukan rotasi besar-besaran di lingkungan pejabat Pemprov DKI. Ada yang dicopot, ada juga pejabat naik pangkat. Nama Udar Pristono belakangan ini terus disorot setelah muncul kasus ditemukannya banyak bus Transjakarta baru tapi kondisinya rusak. Hal inilah yang memicu kemarahan Jokowi . Bahkan Jokowi anggap alasan Udar tidak masuk akal. Selain Udar, Unu Nurdini juga dicopot Jokowi . Mantan Kepala Dinas Kebersihan itu kemungkinan dicopot karena persoalan pengadaan truk sampah dan gagal memberantas mafia dalam manajemen sampah. Ada kemungkinan, Taufik Yudi dicopot karena persoalan kecurangan pada lelang jabatan kepala sekolah. Kasus ini sempat menyulut emosi Ahok. Kala itu Ahok mengancam akan mencopot Taufik. Pencopotan Kian Kelana dari Kepala Dinas Sosial kemungkinan karena persoalan sosial di DKI yang tak kunjung ada perubahan. Sebab, pos ini menjadi sorotan Jokowi .
Tercatat ada enam kepala dinas dicopot Jokowi . Di antaranya, Taufik Yudi Mulyanto, Udar Pristono, Kian Kelana, dan Unu Nurdin.
Mereka mendapat posisi baru sebagai Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Tugas baru mereka akan memberikan masukan kepada Jokowi .
Lantas mengapa mereka dicopot. Apakah banyak kesalahan?Transjakarta karatan penyebab Udar Pristono didepak?
"Masa di dalam kapal tongkang kena air laut. Kita kan ngirim gini ndak sekali dua kali," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Senin (10/2) lalu.
Udar sendiri tidak mempersoalkan pencopotan dirinya. "Jabatan itu adalah amanah dan saya siap ditugaskan di mana saja. Termasuk ditempatkan di TGUPP," ujar Pristono yang ditemui usai pelantikan eselon II di Balai Kota, Rabu (12/2) kemarin.
Menurut dia, semua PNS di Pemprov DKI Jakarta harus bersedia ditempatkan di mana saja termasuk ke dalam TGUPP bersama mantan kadis-kadis lainnya. "Saya adalah PNS, staf. Jadi siap ditempatkan di mana saja, karena PNS memang seperti itu," kata dia.Unu Nurdin tersandung pesoalan truk sampah
Adalah Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) paling lantang mendesak agar Unu segera dipensiunkan. Ia menilai, sebagai kepala dinas kebersihan, Unu gagal.
"Pak Unu itukan sudah pensiun dari tahun lalu. Dia bilang bisa memperbaiki sistem dan mafia. Tapi saya kira lebih baik dipensiunkan saja lah," tegasnya di Balaikota DKI Jakarta, Senin (10/2) lalu.
Ia juga mengungkapkan, pada bulan Juni 2013 sudah banyak keluhan yang diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta soal sampah yang membusuk. Oleh karena itu dirinya kembali diminta untuk menyelesaikannya. "Dinas kebersihan itu kita udah kesal," tambahnya.Taufik tersandung kasus lelang jabatan kepala sekolah
Atas pencopotan ini, Taufik Yudi Mulyanto mengaku bisa menerima dicopot dari jabatannya dan dipindahtugaskan ke TGUPP. Bahkan, pemindahan dirinya merupakan kado terindah di hari ulang tahun pernikahannya.
"Makanya, tadi malam pas istri saya tidur, saya bangunin dan bilang kalau besok (hari ini) ada hadiah terindah ulang tahun pernikahan," ujar Taufik yang ditemui usai pelantikan eselon II di Balai Kota, Rabu (12/2) kemarin.
Taufik mengaku diberitahu apabila dirinya dipindahkan dari jabatannya pada Selasa (11/2) malam, setelah dirinya ditelpon Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta I Made Karmayoga. Menurut dia, perpindahan jabatan ini merupakan sebuah kewajaran. Bahkan, Taufik baru tahu dirinya akan dipindah ke TGUPP pada saat pelantikan berlangsung.Masalah sosial di DKI masih menumpuk
Seperti masih menjamurnya anak jalanan. Meski Dinas Sosial sudah memperbanyak rumah singgah, ada dugaan hal itu masih dianggap kurang.
Total anak jalanan yang tersebar di Jakarta jumlahnya mencapai 6.631 orang. Sedangkan yang baru dibina sebanyak 3.025 jiwa.
Padahal, waktu itu Kian menegaskan, jumlah anak jalanan yang tertangani meningkat tajam dibandingkan dua tahun sebelumnya. Yakni melalui Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA).