LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Mahasiswa UIN minta pembunuh Izzun dihukum mati

Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: "Kami sangat mengutuk keras perbuatan para pelaku. Hukuman mati pantas buat pelaku," ujar Imam Fitrah.

2012-05-10 00:13:02
Pembunuhan mahasiswa UIN
Advertisement

Sebanyak 50 orang dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) menggelar aksi solidaritas untuk rekannya Izzun Nadlyah di halaman Kampus. Izzun tewas mengenaskan dibunuh kekasihnya.

Dalam aksi solidaritas tersebut, para mahasiswa itu menggalang tanda tangan diatas kain putih yang dibentangkan sepanjang 2 meter dan melakukan longmarch keliling kampus sebagai bentuk dukungan agar para pelaku dihukum mati.

Dalam aksi tersebut, pihak BEM UIN menuntut hukuman mati bagi pembunuh Izzun Nahdlyah. "Kami sangat mengutuk keras perbuatan para pelaku. Hukuman mati pantas buat mereka (pelaku)," kata Imam Fitrah Ramadhan selaku koordinator aksi, Rabu (9/5).

Diketahui, Izzun Nahdlyah merupakan mahasiwi Jurusan Hubungan Internasional, FISIP. Izzun dibunuh oleh kekasihnya sendiri, yang berinisial MS. Pelaku menyekap korban di rumah temannya, Sabtu (7/4) di Kampung Garedok, Desa Ranca Buaya, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang.

MS yang dikenal sebagai preman di kampung tersebut telah merencanakan pembunuhan dengan mengajak lima kawannya. Sebelum dibunuh, Izzun sempat diperkosa kemudian menggorok leher Izzun.

Kemudian enam pelaku tersebut membuang mayat korban di Jalan Pemda DKI, Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Sekitar Sabtu siang, mayat korban baru ditemukan warga setempat.

"Pelaku kena pasal berlapis. Pelaku melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan, pasal 285 tentang perkosaan dan 386 tentang pemerasan," ujarnya.

Dikatakan Imam, nantinya pihak mahasiswa akan melakukan aksi demonstrasi lebih lanjut pada saat sidang awal pelaku digelar. "Kalau dari pihak kampus inginya sidang di Jakarta, jangan di wilayah Tangerang. Kita takutnya nanti di pengadilan ada main mata dengan keluarga pelaku," tandasnya.(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.