Lacak Penularan Covid-19, DKI Targetkan 10 Ribu Orang Dites PCR Per Hari
Politikus Gerindra itu menambahkan, upaya pencegahan penularan oleh Pemprov DKI semakin diperkuat setelah pengesahan Peraturan Daerah tentang Penanganan Covid-19.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menargetkan jumlah testing untuk pelacakan Covid-19 per hari sebanyak 10.000 orang. Peningkatan testing itu, seiring pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Kita tingkatkan terus jumlahnya dari yang 5 ribu, 6 ribu, sudah mencapai rata-rata per harinya bisa 8-9 ribu, kita akan terus mengejar sampai 10 ribu per hari," ucap Riza di Balai Kota, Rabu (21/10).
Selain meningkatkan jumlah testing, Riza berujar pihaknya terus melakukan upaya agar menekan jumlah penularan Covid-19 dengan cara menambah kapasitas fasilitas kesehatan yang mencakup jumlah laboratorium, tempat tidur, ruang ICU, dan tenaga kesehatan.
Politikus Gerindra itu menambahkan, upaya pencegahan penularan oleh Pemprov DKI semakin diperkuat setelah pengesahan Peraturan Daerah tentang Penanganan Covid-19.
Sanksi Diatur di Perda
Di dalam Perda itu, diatur tentang sanksi bagi warga yang tidak memakai masker, membuat kerumunan, menolak dilakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR), menolak dilakukan isolasi terkendali, mengambil paksa jenazah yang berstatus probable atau telah terkonfirmasi positif.
"Perda diatur berbagai hal. Jadi semua ini dibuat untuk tujuan yang baik agar kita pemerintah dan DPRD bisa sama-sama punya regulasi yang komperhensif," tuturnya.
Sementara itu, data terakhir pada Selasa (20/10) jumlah akumulasi kasus positif Covid-19 di Jakarta sebanyak 96.217 atau bertambah 964 kasus. Kemudian, 846 orang positif dinyatakan sembuh, dan 22 orang dinyatakan meninggal.
Dari catatan tersebut, sebanyak 13.024 orang di DKI masih menjalani isolasi. DKI mencatatat selama satu pekan terakhir, hingga Selasa (20/10), sebanyak 66.583 orang telah dilakukan tes PCR.