Kulit kabel, 'harta' terpendam di gorong-gorong ibu kota
Berbagai spekulasi terkait keberadaan kulit kabel di gorong-gorong tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, disapa Ahok, mengklaim dari jauh hari telah mempersiapkan antisipasi banjir. Salah satunya, dengan membersihkan gorong-gorong dari sampah-sampah yang menghambat laju air.
Saat curah hujan meningkat pekan ini, genangan memang tak sebanyak dulu. Andai pun ada, Ahok sesumbar segera surut.
Percaya diri Ahok rupanya berbeda dengan fakta yang terjadi di kawasan Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Hujan dengan intensitas besar yang terjadi pada Minggu malam lalu membuat ruas jalan di kawasan itu tergenang.
Peristiwa itu membuat Ahok geram. Dia kaget ada genangan di depan kantornya sendiri.
Apalagi, dia yakin pembersihan gorong-gorong sudah dilakukan dan pompa penyedot air dalam keadaan baik. Namun faktanya genangan tetap terjadi.
Ahok memerintahkan anak buahnya mengecek. Ternyata, ada sumbatan kulit kabel di sana.
"Siapa yang masukin kulit kabel listrik gitu banyak dalam got. Sama kayak kasus Fatmawati. Ini persis di samping sini Kantor ESDM, siapa yang iseng ini, ini bukan sisa kita lagi awasin," kata Ahok geram.
Temuan itu membuat semuanya sibuk menelusuri. Setelah dilakukan pengecekan, benar saja gulungan kulit kabel ternyata cukup banyak. Setelah diangkut mencapai belasan truk.
"2014 sudah ketemu di Merdeka Barat sekarang ketemunya di Merdeka Selatan," kata Ahok menambahkan.
Gulungan kabel di saluran air Patung Kuda ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
Lima hari sejak Minggu pekan lalu, petugas Dinas Tata Air dan Pasukan Prasarana Sarana Unum (PPSU) memburu kulit kabel. Bolak balik mereka masuk gorong-gorong untuk mencari kulit kabel.
"Dilihat dari kondisinya sudah lama karena di kulit kabel tak ada merek. Selain itu terendam di lumpur," kata Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Pusat, Dicky Suherlan.
Pascatemuan itu, semua gorong-gorong di kawasan ring satu dicek. Termasuk yang berada di depan Istana Negara.
Khusus untuk lokasi di depan Istana, Ahok sampai menggandeng Komando Pasukan Katak (Kopaska) AL. Lebih kurang ada 20-an anggota Kopaska yang turun menyusuri gorong-gorong depan Istana.
Sejak pagi mereka berada di dalam got dengan peralatan lengkap. Di sana, kulit kabel tak ditemukan. Yang ada hanya lumpur sangat tebal. Diperkirakan sudah bertahun-tahun lumpur itu tak dikeruk.
"Kami melaksanakan penelusuran drainase depan Istana, sampai detik ini yang kami temukan sedimen lumpur, tidak ada (kulit kabel)," kata Komandan Detasemen IV Satkopaska Koarmabar TNI AL, Kapten Laut Edy Tirtayasa, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (3/3).
Saat tim Kopaska menyusuri gorong-gorong, mayoritas yang ditemukan adalah endapan lumpur hingga 80 persen, bahkan ada yang mencapai 100 persen. Untuk membersihkan lumpur-lumpur ini akan diambil Dinas Tata Air dan juga Pemadam Kebakaran (Damkar). Setelah menyusuri gorong-gorong dari saluran air penghubung dari Abdul Muis hingga depan Istana, Edy menilai gorong-gorong yang mengarah ke Monas paling banyak endapan lumpur.
Pihaknya belum bisa memperkirakan berapa kedalaman lumpur tersebut. "Kalau untuk kedalamannya kita belum tahu karena kita tidak bawa alatnya," ujarnya.
Terkait kulit kabel, hingga saat ini belum diketahui bagaimana bisa kulit kabel itu masuk di gorong-gorong mengingat lubang untuk masuk ke gorong-gorong sangat kecil. Meskipun dilihat dari jenisnya, kabel itu sering dipakai pada proyek Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Polisi berjanji akan menelusuri. Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiyono mengungkapkan kabel yang ditemukan tersebut terdiri dari berbagai jenis, di antaranya dengan lebar 2.5, 4 dan 5 cm.
"Kemudian sedang kita teliti ini kabel yang naruh siapa. Yang kedua ini bekas kabelnya siapa. Kemudian yang ketiga ini ada bermacam kemungkinan mengapa ada bekas kabel ada di sini bisa saja orang naruh di sini," kata Mujiyono di lokasi, Kamis (3/3).
Mujiyono menjelaskan pihaknya sampai saat ini masih mendalami motif keberadaan kabel-kabel tersebut bisa berada di dalam gorong-gorong. Dia juga menjelaskan sebagian kabel telah dibawa untuk membandingkan kabel tersebut dengan kabel milik dari PT PLN dan PT Telkom.
Baca juga:
Ternyata kulit kabel di gorong-gorong pernah ditemukan 2 tahun lalu
Haji Lulung sebut sabotase di gorong-gorong sebagai pencitraan Ahok
Polisi buru pembuang kulit kabel di gorong-gorong
Ada kulit kabel di got, Ahok bilang ada orang keki sama saya
Cari kulit kabel berjam-jam, Kopaska hanya temukan endapan lumpur
Got penuh lumpur, Ahok klaim keluarkan Rp 1 T untuk bersih-bersih
Ahok ngotot sebut kulit kabel penyebab banjir sebagai upaya sabotase