LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Kualitas Udara Jakarta jadi yang Terburuk Ke-5 Dunia Pagi Ini

Kualitas udara di DKI Jakarta menjadi yang terburuk kelima di dunia pada Senin pagi.

Senin, 02 Jun 2025 09:32:00
kualitas udara jakarta
Kendaraan bermotor menghasilkan emisi gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), dan partikulat halus (PM2.5). (Liputan6.com/Angga Yuniar) (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Kualitas udara di DKI Jakarta menjadi yang terburuk kelima di dunia pada Senin pagi. Informasi ini berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir.

Berdasarkan pantauan pada pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada pada angka 140 atau masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2.5.

Adapun kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Addis Ababa, Etiopia dengan indeks kualitas udara pada angka 164. Kemudian di urutan kedua diikuti Dhaka, Bangladesh dengan angka 160 dan di urutan ketiga diikuti Kinshasa, Kongo dengan indeks kualitas udara dengan angka 156.

Diketahui, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta akan meniru kota-kota besar dunia seperti Paris dan Bangkok dalam menangani polusi udara.

Advertisement

“Belajar dari kota lain, Bangkok memiliki 1.000 stasiun pemantau kualitas udara (SPKU), Paris memiliki 400 SPKU. Jakarta saat ini memiliki 111 SPKU dari sebelumnya hanya lima unit. Ke depan kita akan menambah jumlahnya agar bisa melakukan intervensi yang lebih cepat dan akurat,” kata Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Selasa (18/3).

Upaya Pemprov Jakarta

Ia menambahkan keterbukaan data menjadi langkah penting dalam memperbaiki kualitas udara secara sistematis.

Advertisement

Asep mengatakan penyampaian data polusi udara harus lebih terbuka agar intervensi bisa lebih efektif.

Dia menilai yang dibutuhkan bukan hanya intervensi sesaat, tetapi langkah-langkah berkelanjutan dan luar biasa dalam menangani pencemaran udara.

Advertisement

DLH DKI Jakarta menargetkan penambahan 1.000 sensor kualitas udara berbiaya rendah (low-cost sensors) agar pemantauan lebih luas dan akurat.

Berita Terbaru
  • Langkah BRI Life Dongkrak Literasi Keuangan Nasabah, Dukung Perencanaan Keuangan Jangka Panjang
  • Panglima Ucapkan Duka Cita Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Berikan Kenaikan Pangkat
  • Maheswari Sisterhood Day 2026, Perkuat Peran Perempuan di Lingkungan BUMN
  • Siap-Siap! Ada Pemadaman Lampu 1 Jam di Jakarta Malam Ini, Simak Waktu dan Lokasinya
  • Lampaui Target, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu Capai 37 Persen
  • berita update
  • kualitas udara jakarta
  • kualitas udara jakarta buruk
Artikel ini ditulis oleh
Editor Raynaldo Ghiffari Lubabah
R
Reporter Raynaldo Ghiffari Lubabah
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.