LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Korban tak melapor karena dukun cabul mengaku ahli beladiri

Pelaku juga mengaku akan mengetahui segala tindak tanduk korban jika melapor.

2013-11-12 15:55:34
pencabulan
Advertisement

MK (14) terpaksa meratapi nasibnya usai dicabuli berkali-kali oleh dukun cabul berinisial IJ (29). Meski tak sampai hamil, namun dirinya tidak berani melaporkan perbuatan pelaku karena kerap diancam.

"Korban tidak berani mengatakan perbuatan si pelaku kepada orangtuanya karena dia diancam bahwa dia mengaku bisa mengetahui segala perbuatan korban dan mahir beladiri," ungkap Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Aswin di kantornya, Jakarta, Selasa (12/11).

Sementara, dari hasil visum et repertum, tidak ditemukan tanda-tanda kehamilan di diri korban. Dari pengakuan sementara, pelaku baru pertama kali melakukan pencabulan. Namun, polisi tidak lantas percaya begitu saja, mereka menduga masih ada beberapa korban IJ lainnya.

Advertisement

"Penyidik masih menyelidiki apakah ada kemungkinan korban lain. Kami berharap tidak ada korban lainnya," ucapnya singkat.

Sebelumnya, MK, bocah perempuan disetubuhi IJ (42), pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai ahli pengobatan alternatif. Ironisnya, korban saat ini tengah mengidap penyakit Leukimia dalam beberapa tahun terakhir.

Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Aswin menjelaskan peristiwa memilukan tersebut saat orang tua korban berusaha mencari jalur pengobatan lain guna menyembuhkan penyakit yang diderita buah hatinya tersebut.

Advertisement

"Beberapa kali pengobatan, orangtua korban membayar Rp 300 ribu. Sementara dari pengakuan korban, dirinya disetubuhi pada saat mandi tersebut hingga 10 kali hingga bulan Oktober 2013," tambah Aswin.

Pada mulanya, lanjut Aswin, orang tua korban tidak menemukan kejanggalan terhadap pengobatan yang dilakukan oleh pelaku. "Namun, setelah 6 bulan melakukan pengobatan, pada Juli 2013 IJ melakukan metode pengobatan dengan cara memandikan korban dengan air es dalam keadaan tidak mengenakan busana," paparnya.

Saat memandikan korban itulah, muncul birahi pelaku yang sudah tidak dapat dibendung lagi. Hingga akhirnya pada bulan Oktober 2013, orang tua korban memutuskan untuk melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit lantaran penyakit anaknya yang tidak kunjung sembuh, bahkan semakin parah.

"Ketika orangtua korban bermaksud untuk memindahkan lokasi pengobatan alternatif ke tempat lain, barulah si korban mengaku bahwa tersangka IJ telah menggagahinya berulang kali," terang Aswin.

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.