Klaim sukses di Sabang, parkir meter diterapkan di perumahan
Sejak diterapkan September lalu, keuntungan dari parkir meter sampai Rp 8 juta per hari.
Pemprov DKI Jakarta mengklaim penerapan parkir meter di Jl Sabang, Jakarta Pusat, sudah menunjukkan hasil. Sejak diterapkan September lalu, keuntungan yang didapat sampai Rp 8 juta per hari.
Melihat keberhasilan ini, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, berniat menerapkan di kawasan lain yang banyak parkir liar.
"Dengan pola yang sekarang, yakni 70-30 dengan kewajiban pengelola memasang mesin meteran parkir, CCTV, dan menggaji petugasnya dua kali UMP, satu hari rata-rata dapat Rp 7-8 Juta. Artinya dalam satu malam dapat Rp 21-24 Juta. Satu jalan belum full itu," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/12).
Ahok bakal bertemu dengan pihak swasta untuk menindaklanjuti wacana ini.
"Tinggal panggil swasta untuk kerja sama. Kita tidak perlu keluar duit. Kerja sama 70:30. Kayak tuan tanah aja. Yang semua harus dengan sistem online," katanya.
Ditambahkannya, parkir meter ini nantinya juga akan diterapkan di kawasan perumahan elit seperti Kelapa Gading yang banyak memiliki ruko-ruko. Dia yakin di sana pendapatan akan lebih besar.
"Perumahan-perumahan di Kelapa Gading cuma Rp 1 juta semalam. Jangan-jangan Rp 100 juta. Kita rencananya mau pasang di tempat lain. Pasar Baru, Juanda, Pantai Indah Kapuk. Semua perumahan mau kita pasang. Bayarnya pakai e-money," tutup Ahok.(mdk/lia)