LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Ketua Panitia Nilai Gelaran Formula E di Tengah Pandemi Justru Menguntungkan

Sahroni mengungkapkan, panitia pelaksana Formula E Jakarta tentu sudah menyiapkan segala upaya untuk mengantisipasi apabila Jakarta kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19.

2021-12-22 16:39:25
Formula E di Jakarta
Advertisement

Ketua Pelaksana atau Organizing Committee Jakarta E-Prix 2022, Ahmad Sahroni mengatakan, penyelenggaraan Formula E di Jakarta mendapatkan keuntungan karena Pandemi Covid-19. Alasannya, panitia Formula E bisa bernegosiasi ulang soal biaya komitmen untuk lima tahun dan hasilnya bisa berkurang sekitar 30 juta Poundsterling Inggris atau setara Rp568,4 miliar.

"Kan diuntungkan kita, yang harusnya bayar 22 Juta Poundsterling Inggris per tahun, sekarang atas kontrak yang renegosiasi itu untuk tahun 2022 cuma 7 juta Poundsterling, tahun keduanya 14 juta Poundsterling, tahun ketiganya 15 juta Poundsterling," katanya kepada wartawan di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Rabu (22/12).

Dia mengungkapkan, panitia pelaksana Formula E Jakarta tentu sudah menyiapkan segala upaya untuk mengantisipasi apabila Jakarta kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Advertisement

Opsi tersebut adalah menggelar Formula E tanpa penonton.Tapi opsi ini situasional, hanya dibuat saat kondisi darurat. Sehingga penyelenggaraan Formula E tetap bisa berlangsung sesuai rencana pada 4 Juni 2022.

"Rencana darurat-nya biasa kalau kita bikin acara, tidak ada penonton, itu saja rencana daruratnya. Terselenggara tetap terselenggara (pada 4 Juni 2022)," terang Sahroni seperti dilansir dari Antara.

Advertisement

Dia menjelaskan, jika peningkatan penularan Covid-19 berlangsung nantinya, tentu itu menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia.

Namun sampai sejauh ini, belum ada indikasi mengarah kepada keadaan yang mendesak untuk menerapkan rencana darurat tersebut.

"Itu sudah masuk klausul dengan Formula E Operation (FEO), sampai hari ini belum ada "emergency" terkait dengan proses pelaksanaan. Jadi nanti sifatnya situasional," tutup Sahroni.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.