LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Ketua DPRD DKI Minta Pemprov Fokus Tangani Omicron Ketimbang Formula E

"Pemerintah harus berpikir bagaimana meminimalisir penyebaran omicron ini," kata Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi

2022-01-29 15:56:10
Formula E di Jakarta
Advertisement

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyarankan Pemprov DKI harus mendahulukan pencegahan penyebaran Covid-19 varian Omicron dibandingkan penyelenggaraan balap mobil listrik atau Formula E.

"Pemerintah harus berpikir bagaimana meminimalisir penyebaran omicron ini. Jangan Formula E terus yang dipikirin," kata Prasetyo saat dihubungi, Sabtu (29/1).

Politikus PDIP tersebut enggan mengomentari adanya rencana studi banding PT Jakarta Propertindo (Jakpro) ke Diriyah, Arab Saudi terkait Formula E. Namun, dia tidak yakin pembanguan sirkuit Formula E tersebut dapat selesai selama tiga bulan.

Advertisement

"Ya bukan pesimis tapi objektif saja, kalau hari ini sudah ada sentuhan apa yang dikerjain, sampai hari ini enggak ada, waktu enggak memungkinkan," ucapnya.

"Kita enggak boleh sembarangan, katanya event internasional. Kan bukan nama Pemprov DKI doang yang dibawa, tapi nama Indonesia yang dibawa ke mana-mana," jelas dia.

Advertisement

Studi Banding ke Arab Saudi

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tak mempermasalahkan adanya rencana studi banding yang akan dilaksanakan oleh PT Jakarta Propertindo ke Diriyah, Arab Saudi terkait penyelenggaraan balap mobil listrik atau Formula E.

Menurut dia studi banding ataupun kunjungan merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh instansi pemerintah.

"Itu sesuatu yang biasa saja, saya juga dulu di DPR ada studi (banding) yang penting benar dilakukan studi, selesai. Jangan diributkan," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (28/1/2022) malam.

Lanjut dia, pemerintah pusat tidak melarang perjalanan ke luar negeri jika dalam keadaan mendesak. Studi banding merupakan kegiatan yang diperlukan dan bukan untuk bertamasya.

"Silahkan temen-temen cek transparansi, keterbukaannya, apakah di sana benar-benar studi, atau hura-hura. Silahkan kan terbuka," ucapnya.

Selain itu, Riza menyebut saat pandemi Covid-19 untuk perjalanan ke Arab Saudi tidak terlalu membebani keuangan perusahaan.

Reporter: Ika Defianti

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.