Ketepatan Waktu Jadi Tantangan Terbesar Transjakarta
Sardjono mengungkapkan, seringkali jalur khusus untuk TransJakarta direbut oleh pengguna kendaraan pribadi baik mobil maupun motor sehingga layanan tetap terlambat meski sudah memiliki rute khusus.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, tantangan terbesar penyedia jasa layanan bus adalah ketepatan waktu untuk mencapai satu titik ke titik lainnya.
Berbeda dengan layanan transportasi massal berbasis rel seperti MRT Jakarta dan LRT Jakarta yang dapat menjanjikan ketepatan waktu bagi para penumpangnya, TransJakarta masih memiliki rute yang mengharuskan bus melewati jalur umum dan turut digunakan oleh kendaraan pribadi.
"Ada satu janji yang TransJakarta saat ini masih tidak bisa deliver kepada pengguna jasa TransJakarta, yaitu on time performance (performa ketepatan waktu). Itu kita ga bisa guarantee (jamin)," katanya dalam webinar yang diselenggarakan oleh SBM ITB, Rabu (5/8).
Di sisi lain, dia mengungkapkan, seringkali jalur khusus untuk TransJakarta direbut oleh pengguna kendaraan pribadi baik mobil maupun motor sehingga layanan tetap terlambat meski sudah memiliki rute khusus.
"Saya rasa untuk mobil ataupun motor tidak akan ada yang nekat untuk mengambil jalur kereta api. Tapi kalau mengambil jalur busway justru pada mau. Jadi on time performance sebagai faktor utama kesuksesan integrasi transportasi memang masih jadi tantangan bagi TransJakarta," ujarnya seperti dilansir dari Antara.
Kendaraan pribadi mengambil jalur TransJakarta pun memang dibuktikan dari laporan Polda Metro Jaya selama operasi Patuh Jaya 2020.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo pada Kamis (30/7) bahkan menyebutkan pelanggaran melawan arus dan menggunakan jalur TransJakarta merupakan pelanggaran terbanyak yang dilakukan baik oleh pengendara kendaraan bermotor roda dua dan roda empat.
"Pelanggaran-pelanggaran yang terbanyak yang kita tindak adalah pelanggaran melawan arus dan pelanggaran mengambil jalur busway," kata Sambodo.
Karena itu, pada Operasi Patuh Jaya 2020 Sambodo berharap dari penindakan tilang yang dilakukan oleh jajarannya kepada para pelanggar lalu lintas itu terjadi perubahan sikap tidak lagi mengambil jalur busway sehingga TransJakarta dapat memberikan pelayanan optimal dan sang pelanggar dapat menaati aturan lalu lintas yang lainnya.
(mdk/fik)