LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Kepsek SMPN 147 Jakarta Tegaskan Siswanya Bunuh Diri Bukan Karena Dibully

Kematian siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 147, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, berinisial SN (14), meninggalkan pertanyaan besar. Pasalnya, SN diduga melakukan bunuh diri usai loncat dari lantai 4 sekolah tersebut karena menjadi korban bully teman-teman sekolahnya.

2020-01-21 16:54:29
Bunuh diri
Advertisement

Kematian siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 147, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, berinisial SN (14), meninggalkan pertanyaan besar. Pasalnya, SN diduga melakukan bunuh diri usai loncat dari lantai 4 sekolah tersebut karena menjadi korban bully teman-teman sekolahnya.

Tim merdeka.com mencoba menelusuri kebenaran itu. Namun, pihak sekolah nampaknya enggan menanggapi berita simpang siur tersebut. Bahkan, Kepala Sekolah SMPN 147 Narsun yang tadinya menjanjikan akan bertemu awak media tiba-tiba pergi begitu saja dengan alasan dipanggil polisi.

"Mohon maaf, kita sudah satu pintu dan menyerahkan ke pihak kepolisian ya mas," kata Wakil Bidang Sarana dan Prasarana dan Humas SMPN 147 Misnetty saat ditemui di lokasi, Selasa (21/1).

Advertisement

Sementara itu satpam sekolah yang berdasarkan informasi adalah saksi dan yang menyelamatkan korban pun enggan berbicara. Ia mengaku tak berani memberikan informasi apapun.

"Maaf ya mas, tadi sudah dengarkan apa yang disampaikan oleh Ibu Netty, jadi maaf ya," katanya.

Advertisement

Tim pun akhirnya mencoba menghubungi Nasun. Narsun menegaskan, kalau di sekolah tersebut tak ada tindakan bully.

"Untuk bully pertama saya jawab saya pastikan tidak ada di sekolah. Jadi kalau anda menanyakan apakah bully, saya pastikan tidak ada itu di sekolah," tegasnya saat dihubungi merdeka.com.

Dia mengaku, kalau sekolah telah diperiksa oleh kepolisian. Sehingga, kasus ini diserahkan oleh kepolisian.

"Selanjutnya saya tidak akan jawab banyak-banyak nih, kedua kami sudah di BAP di Polres, di Polsek. Ketiga permasalahan sudah kami serahkan sepenuhnya ke dinas dan ke polisi," ujarnya.

Lebih lanjut, Narsun enggan menjawab perihal dugaan kasus tersebut seolah-olah ditutupi. Sebab, kejadian Selasa (14/1) namun polisi baru mendapatkan kabar pada Kamis (16/1), atau selang dua hari setelah korban meloncat.

"Untuk selanjutnya dinas kami sepenuhnya ya. Saya sudah laporkan ke polisi ya, makasih ya," pungkasnya.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.