Kenakan peci, Djarot dituding timses Anies-Sandi kampanye agama
Kenakan peci, Djarot dituding timses Anies-Sandi kampanye agama. Untuk membantah menggunakan isu SARA dalam kampanye putaran dua Pilgub DKI, Mardani pun menegaskan bila Anies-Sandiaga menjunjung tinggi perbedaan dan keberagaman. Bahkan, dikatakannya sejauh ini Anies-Sandiaga bersikap toleran.
Tim sukses pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno menyinggung penampilan baru calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat yang akhir-akhir ini kerap mengenakan peci. Menurutnya, peci dan tambahan Haji di depan nama Djarot sebagai bentuk kampanye agama.
"Jadi jangan dibilang Anies-Sandi main isu SARA ya," kata Mardani dalam sebuah diskusi bertajuk 'Adu Program Vs Kampanye', Jakarta, Sabtu (1/4).
Mardani mengklaim sejauh ini, Anies-Sandiaga telah merangkul semua golongan. Hal itu dibuktikan dari langkah Anies-Sandiaga yang mendatangi sejumlah komunitas Tionghoa dan Nasrani di Jakarta.
"Itulah yang dibuktikan Anies-Sandi. Merangkul semua golongan. Karena dia sadar bahwa nanti akan memimpin Ahok - Djarot yang agamanya beragam," ujar dia.
Untuk membantah menggunakan isu SARA dalam kampanye putaran dua Pilgub DKI, Mardani pun menegaskan bila Anies-Sandiaga menjunjung tinggi perbedaan dan keberagaman. Bahkan, dikatakannya sejauh ini Anies-Sandiaga bersikap toleran.
"Kami menghargai perbedaan yang ada. Itu harus dijunjung tinggi dan dirawat," tuntas dia.
Baca juga:
Tak beretika dan non prestasi, anak buah Setnov ogah pilih Ahok
KPUD DKI sebut pemilih dapat intimidasi di putaran kedua Pilgub
Timses Ahok tuding Anies-Sandi beri dukungan buat aksi 313
Diskusi soal kampanye, Timses Ahok-Djarot & Anies-Sandi adu mulut
Ahok soal kartu buat lansia: Mereka dapat Rp 20.000/hari buat makan